Suararakyat.info.Pekanbaru– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Solidaritas Wartawan Indonesia (SWI) kembali menggelar rapat konsolidasi keduanya dalam rangka membahas struktur kepengurusan, arah gerakan organisasi, serta strategi penguatan eksistensi SWI di tingkat nasional. Rapat ini digelar pada Minggu pagi di salah satu kedai kopi di Jalan Kapling, Pekanbaru, dan dihadiri oleh jajaran pengurus inti serta sejumlah anggota aktif SWI.(1/6/2025)
Ketua Umum DPP SWI, Suwandi Erikson Nababan, SH, MH, dalam arahannya menegaskan pentingnya keberadaan organisasi kewartawanan yang sah dan profesional, yang mampu menjadi wadah solidaritas, advokasi, dan penguatan kapasitas bagi para jurnalis dari berbagai platform media baik cetak, elektronik, maupun daring.
“SWI adalah organisasi terbuka yang memiliki legalitas lengkap, dengan akta notaris dan pengesahan AHU dari Kementerian Hukum dan HAM. Kami mengajak seluruh jurnalis yang memiliki latar belakang sebagai wartawan aktif di perusahaan media untuk bergabung dan membangun solidaritas yang sehat,” ujar Suwandi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Suwandi menegaskan bahwa visi dan misi SWI berorientasi pada peningkatan profesionalisme wartawan melalui penguatan pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik, serta upaya nyata dalam mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis yang kerap terjadi di berbagai daerah.
“Rapat ini juga menegaskan kembali posisi DPP SWI sebagai pusat organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di Riau, namun memiliki jangkauan gerakan ke seluruh provinsi. Oleh karena itu, kami sedang mempersiapkan langkah administratif awal dengan melakukan pendaftaran resmi ke Kesbangpol di tingkat provinsi maupun kementerian,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal DPP SWI, L. Firman Nazara, turut menyampaikan pentingnya membangun sistem organisasi yang sehat, terutama dari sisi transparansi dan akuntabilitas keuangan. Ia menekankan bahwa keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan antar anggota dan kejujuran pengurus dalam mengelola sumber daya organisasi.
“Jangan ada yang ditutup-tutupi, apalagi soal keuangan. Jika kita ingin organisasi ini bertahan dan berkembang, maka transparansi adalah kunci. Kepercayaan dibangun dari kejujuran,” tegas Firman.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum DPP SWI, Jaksa Robintua Harianja, turut hadir dan mendukung penuh langkah-langkah konsolidasi organisasi. Ia menambahkan bahwa SWI memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi kewartawanan yang tidak hanya solid di internal, tetapi juga mampu menjalin hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak, termasuk institusi penegak hukum.
Sebagai bagian dari strategi awal, DPP SWI berencana menjalin komunikasi dan audiensi dengan sejumlah Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Riau, guna memperkenalkan peran dan keberadaan organisasi sebagai representasi profesionalisme wartawan di lapangan.
“Meski berkedudukan di Riau, kita adalah Dewan Pimpinan Pusat. Maka penting bagi kita untuk memperkuat posisi kelembagaan melalui kerja-kerja nyata dan kolaboratif. Mari kita bersama-sama membesarkan SWI agar dikenal luas hingga ke seluruh penjuru tanah air,” tutup Suwandi.
Dengan semangat kebersamaan, SWI terus berupaya membangun organisasi yang kuat, profesional, dan berintegritas sebagai bagian dari pilar demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
(Tim)














