Tayan Darurat Tambang Ilegal: Dugaan Keterlibatan Oknum di Balik Bisnis Bauksit Oki

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sanggau,Kalbar-Aktivitas tambang bauksit ilegal di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan setelah Ketua Litbang YLBH-LMRRI, Bambang Iswanto, mencuit soal dugaan penambangan tanpa izin yang kian masif dan terang-terangan. Salah satu lokasi yang disebut dalam sorotan publik adalah tambang milik seorang pengusaha berinisial Oki yang beroperasi di Dusun Lalang hingga Dusun Selatai.(25/5).

Polemik ini menyeret nama A alias BNB, yang diduga menjadi “juru damai” lapangan bagi kepentingan tambang tersebut dengan memanfaatkan kedekatannya dengan masyarakat dan bahkan aparat. Modusnya: mengatasnamakan masyarakat lokal agar aktivitas tambang ilegal diterima dan tidak menimbulkan gejolak sosial.

“Dari hasil investigasi Tim Anti Mafia Tambang, kami menduga kuat ada keterlibatan aktor lokal bernama A alias Bun-bun. Ia kerap mengklaim mewakili masyarakat demi memuluskan operasi tambang bauksit milik Oki yang jelas-jelas tidak memiliki izin resmi dari KLHK,” ujar Syamsuardi, Sekretaris Umum BPP LSM PISIDA sekaligus pemerhati lingkungan, kepada media pada (22/5/2025) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, praktik seperti ini bukan baru pertama terjadi. Namun, yang membuat kasus ini mencolok adalah dugaan keterlibatan aparat dan elit politik daerah yang membekingi aktivitas tersebut. “A alias Bun-bun diduga kebal hukum karena sering menyebut dirinya dekat dengan petinggi aparat penegak hukum (APH) di Kalbar,” kata Syamsuardi.

READ  Camat Taman Sari Diduga Lakukan Pembohongan dan Penyesatan, Begini Tuntutan Warganya ‎

Lebih jauh, ia mengungkapkan adanya pernyataan dari A yang menyebut razia dari pusat hanya sementara. “Ia menyebarkan narasi bahwa razia dari pemerintah pusat hanya akan berlangsung seminggu, setelah itu operasi tambang kembali normal. Ini yang sangat kami sayangkan karena menunjukkan seolah hukum bisa dinegosiasi,” tegasnya.

Syamsuardi juga menyoroti kerugian negara akibat maraknya tambang ilegal. “Kekayaan negara yang seharusnya dikelola untuk kemakmuran rakyat justru dirampok oleh mafia tambang. Ini harus dihentikan.” Tegasnya

Pernyataan itu sejalan dengan peringatan dari Menteri ESDM Arifin Tasrif yang sebelumnya mengakui bahwa tambang ilegal menjadi masalah serius dan menyebabkan negara merugi triliunan rupiah. Data Minerba One Data Indonesia (MODI) mencatat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral dan batuan mencapai Rp 75,48 triliun, dan angka itu belum termasuk potensi kehilangan dari tambang ilegal.

Syamsuardi mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas, tanpa pandang bulu. “Siapapun yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, sekalipun dekat dengan pejabat tinggi,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghimpun keterangan lanjutan dari pihak-pihak terkait, termasuk pengusaha Oki dan A alias Bun-bun, serta pejabat penegak hukum di Kalbar.

 

Laporan: Tim Investigasi

(Jono98)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, KAPOLSEK BENGKALIS GANDENG PEMDES KELEBUK DORONG BUDIDAYA JAGUNG PIPIL
Polsek Bengkalis Aktif Dampingi Petani Jagung Pipil, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:58 WIB

Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:02 WIB

PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*

Berita Terbaru

POLRI

Plt Kabid Humas Polda PBD Hadiri Hut GPI Ke-41

Senin, 25 Mei 2026 - 09:21 WIB