Suararakyat.info.Jakarta – Ketua Umum Sayap Kanan Indonesia Bersatu (SKIBER), Habib Ahmad Asseggaf, menyatakan keprihatinannya terhadap polemik yang kembali mencuat terkait keaslian ijazah Sarjana Kehutanan milik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Menurutnya, perdebatan ini tak hanya tidak berdasar, tetapi juga mencerminkan ketidakpercayaan terhadap institusi hukum di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Habib Ahmad Asseggaf usai menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta (23/05/2025), menanggapi klarifikasi resmi dari Bareskrim Polri yang menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Klarifikasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro pada Kamis (22/05/2025).
“Kalau masih ada pihak yang terus mempertanyakan keaslian ijazah Pak Jokowi, itu sama saja dengan tidak menghormati hukum di negeri ini,” ujar Habib Ahmad Asseggaf dalam wawancara dengan Suararakyat.info.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Habib Ahmad secara khusus menyoroti sikap Roy Suryo yang dianggap terus menggulirkan isu tersebut. Ia mengimbau agar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu belajar untuk menghormati putusan dan penyelidikan resmi aparat hukum.
“Beliau, Pak Jokowi, adalah Presiden dua periode yang berjasa besar bagi bangsa ini. Di masa kepemimpinannya, Indonesia mampu melewati masa-masa sulit, termasuk saat pandemi Covid-19. Layaklah kita menghormati martabatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Habib Ahmad mengingatkan bahwa isu-isu seperti ini bisa memicu kegaduhan dan bahkan berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa.
“Jangan membuat gaduh bangsa ini dengan fitnah dan prasangka. Yang dibutuhkan sekarang adalah persatuan dan semangat membangun, bukan menyebar keraguan,” tegasnya.
Sebagai tokoh masyarakat dan pimpinan Majelis Zikir Asmaul Husna Daarussaggaf Jakarta, Habib Ahmad juga menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029.
“Marilah kita bersatu merajut masa depan Indonesia yang lebih mandiri, berani, dan berkepribadian, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Saatnya rakyat bersama pemerintah membangun bangsa ini dengan semangat kolaborasi,” tutupnya.
(Han)














