Sukabumi Terlalu Luas untuk Diurus Sendiri: Seruan Pemekaran Menguat, Pemerintah Diam

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Desakan agar Kabupaten Sukabumi dimekarkan kembali menguat seiring sorotan tajam terhadap buruknya pelayanan publik dan lemahnya tata kelola birokrasi. Tokoh masyarakat KH. Mamad menilai, dengan jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa dan wilayah administratif yang sangat luas, Kabupaten Sukabumi tak lagi mampu dikelola secara efektif oleh satu pemerintahan kabupaten.

“Kalau kita lihat wilayah utara Sukabumi, potensinya luar biasa. Tapi pelayanan justru jauh dari optimal. Ini bukan soal politik, ini soal akal sehat dan teknokrasi,” ujar KH. Mamad dengan tegas.(4/5/2025)

Ia juga menyinggung moratorium pemekaran daerah dari pemerintah pusat yang menjadi batu sandungan. Namun, KH. Mamad berharap agar para wakil rakyat dari daerah pemilihan Sukabumi di Senayan tidak tinggal diam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah berdiskusi dengan mereka. Tapi semuanya berhenti di pembicaraan. Tak ada langkah konkret. Rakyat tak butuh janji, rakyat butuh aksi,” tambahnya.

Di sisi lain, Sekretaris Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Sukabumi Utara (KSU), Wibowo, mengungkapkan bahwa pemekaran telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sejak lama. Ia menilai, pemekaran bukan hanya perlu, tapi mendesak demi pemerataan pembangunan dan keadilan pelayanan.

READ  Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi

“Selama ini wilayah utara seakan dianaktirikan. Pemekaran adalah solusi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Wibowo menyebut seluruh dokumen teknis dan administratif telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak 2020. Namun, tidak ada tindak lanjut berarti. Ia menuding pemerintah provinsi hanya menjalankan prosedur administratif tanpa semangat penyelesaian.

“Kami curiga, kendalanya ada pada pendanaan. Tapi semua persyaratan legal sudah kami penuhi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Wibowo juga menyayangkan kurangnya komitmen dari pejabat lokal, termasuk Bupati Sukabumi, yang menurutnya tidak menunjukkan dukungan berarti terhadap wacana pemekaran.

Sebagai langkah lanjutan, Presidium CDOB KSU membentuk tim khusus untuk mendorong keluarnya rekomendasi resmi dari Bupati Sukabumi—sebuah syarat penting sebelum proses pemekaran bisa naik ke tingkat pusat.

“Hari ini kami sepakat membentuk tim untuk mendesak rekomendasi itu segera keluar. Ini bukan kepentingan kelompok, tapi kemaslahatan seluruh masyarakat Sukabumi,” tutup Wibowo.

Di tengah kebuntuan birokrasi dan lesunya komitmen politik, masyarakat kini menunggu: apakah suara dari utara akan didengar, atau kembali dibungkam oleh kepentingan

 

Sumber: Jejen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru