Suararakyat.info.Sukabumi-ketegangan internal kembali mengguncang tubuh organisasi Yr Kobra, sebuah organisasi yang dikenal cukup aktif di wilayah Sukabumi. Kali ini, persoalan muncul ke permukaan setelah tokoh sentral organisasi tersebut, Ade Batik, mengeluarkan pernyataan keras yang menyoroti pelanggaran aturan serta kelalaian dalam kepemimpinan internal, khususnya yang dilakukan oleh Dewan Pengarah organisasi, Baladika.
Ade Batik yang juga menjabat sebagai Ketua Umum di Ormas Garuda Nusantara Bersatu Indonesia (GNBI), mengungkapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan Baladika yang dinilai telah mengabaikan tanggung jawabnya sebagai bagian dari struktur penting organisasi. Dalam pernyataan tertulisnya yang disampaikan pada Kamis, 25 April 2025, ia menyebut bahwa tindakan yang diambil oleh pihak internal Yr Kobra sudah jauh menyimpang dari aturan dasar yang selama ini menjadi pedoman organisasi.
“Keluhan ini bukan tanpa dasar. Dari pihak Yr Kobra sudah keluar dari koridor aturan. Dan yang menjadi Dewan Pengarah, yaitu Baladika, sudah tidak lagi memperhatikan tanggung jawabnya,” tegas Ade Batik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti sampai di situ, Ade Batik juga menuntut agar konflik internal ini segera diselesaikan melalui sebuah forum terbuka. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi dua arah untuk menyelesaikan berbagai miskomunikasi yang selama ini terjadi. Ia bahkan secara langsung meminta kehadiran Baladika dalam forum tersebut agar berbagai persoalan dapat diklarifikasi secara langsung dan transparan.
“Untuk lebih jelasnya, hadirkan di forum terbuka. Hadirkan jajaran dari saya. Hadirkan juga Baladika, dan saya akan hadir. Banyak hal yang perlu disampaikan, yang selama ini terjadi miskomunikasi,” katanya.
Dalam pernyataannya, Ade Batik juga menyatakan tidak akan datang ke forum tersebut dengan tangan kosong. Ia berencana membawa saksi-saksi serta bukti tertulis untuk memperkuat klaimnya terkait tindakan-tindakan yang ia nilai telah menyimpang dari mekanisme organisasi.
“Dengan saksi dan bukti tertulis,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam pesan singkat yang ia kirimkan, Ade Batik juga mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mencoba menghubungi Baladika, baik melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon, namun tidak mendapatkan tanggapan. Hal ini semakin memperburuk situasi dan memperdalam kekecewaan di internal organisasi.
“Sudah berulang kali saya mengajak untuk bertemu, tetapi tidak ada respon dari Baladika. Baik melalui WA ataupun telepon, tidak direspons,” ungkapnya.
Yang paling mengecewakan, menurut Ade Batik, adalah tindakan Baladika yang secara sepihak mengosongkan kantor rehabilitasi dan memindahkan seluruh atribut serta almamater organisasi tanpa adanya koordinasi dengan dirinya selaku ketua yang sah.
“Dan yang paling mengecewakan, Baladika mengosongkan kantor rehab dan memindahkan seluruh almamater tanpa koordinasi dengan saya. Sementara yang jadi ketua di sana adalah saya,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Baladika terkait tudingan yang dilontarkan oleh Ade Batik. Namun, rencana penyelenggaraan forum klarifikasi terbuka disebut-sebut akan menjadi titik krusial untuk menentukan arah masa depan organisasi Yr Kobra.
Sejumlah pengamat organisasi menyatakan bahwa langkah mediasi terbuka ini dapat menjadi solusi terbaik dalam mengurai konflik internal, dengan catatan semua pihak datang dengan niat baik serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan musyawarah mufakat.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa komunikasi internal dan pelaksanaan tanggung jawab struktural yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga stabilitas organisasi. Masyarakat dan para anggota pun kini menantikan bagaimana konflik ini akan diakhiri dan apakah Yr Kobra akan kembali ke jalur idealnya.
(*)














