AMATI Soroti PSN Rp640 Miliar di Maluku Tengah: Dukung Hilirisasi, Ingatkan Risiko Hukum dan Hak Masyarakat Adat

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | JAKARTA — Aliansi Mahasiswa Timur Indonesia (AMATI) menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap langkah Pemerintah Daerah Maluku Tengah dalam mendorong percepatan pembangunan melalui dua Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai Rp640 miliar. Proyek tersebut dinilai sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemerataan ekonomi, penguatan hilirisasi, serta peningkatan daya saing kawasan timur Indonesia.

Dalam keterangan resminya, AMATI menilai bahwa langkah yang diambil Pemda Maluku Tengah merupakan bentuk keselarasan antara kebijakan daerah dan strategi pembangunan nasional yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Bidang Hukum dan HAM AMATI, Reinnel Lailossa, menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak hanya berbicara soal investasi, tetapi juga merupakan bagian dari desain besar pembangunan nasional yang mengedepankan hilirisasi industri berbasis potensi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan ini harus dilihat sebagai upaya strategis untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. Hilirisasi komoditas seperti kelapa dan pala menjadi langkah konkret agar daerah tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah,” ujarnya.Senin (30/3/2026)

Menurutnya, pembangunan pabrik pengolahan komoditas unggulan seperti kelapa dan pala merupakan bentuk nyata dari upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan hadirnya industri pengolahan di wilayah tersebut, Maluku Tengah diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat produksi yang lebih mandiri dan kompetitif.

“Jika dikelola dengan baik, ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok industri nasional,” tambahnya.

Namun demikian, AMATI mengingatkan bahwa keberhasilan proyek strategis nasional tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau kecepatan pembangunan semata. Aspek tata kelola menjadi kunci utama yang harus diperhatikan secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.

Reinnel menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan wajib berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk dalam aspek lingkungan, tata ruang, hingga perizinan.

“Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap hukum adalah fondasi utama. Tanpa itu, proyek sebesar apa pun berpotensi menimbulkan konflik sosial dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” tegasnya.

READ  Diduga Tidak Tepat Sasaran, Bantuan Huntara, Dana Rp8 Juta dan Dana Jadug di Bale Keramat Diminta Segera Diperiksa APH

Lebih jauh, AMATI juga memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan masyarakat adat yang berada di wilayah terdampak proyek. Dalam pandangannya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup dan hak-hak masyarakat lokal yang telah lama menggantungkan hidupnya pada wilayah tersebut.

Sebagai putra daerah Maluku Tengah, Reinnel menegaskan bahwa masyarakat adat harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam pembangunan, bukan sekadar objek yang terdampak.

“Masyarakat adat adalah pemilik sah ruang hidupnya. Setiap proses pembangunan harus menjunjung tinggi prinsip free, prior, and informed consent (persetujuan bebas, didahulukan, dan diinformasikan), serta memastikan perlindungan hak-hak mereka secara utuh,” ujarnya dengan tegas.

Selain itu, AMATI juga mendorong agar proyek PSN tersebut benar-benar membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda Maluku Tengah. Keterlibatan ini dinilai penting agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh investor atau pihak luar, tetapi juga oleh masyarakat setempat.

“Kami ingin memastikan bahwa putra-putri daerah menjadi pelaku utama dalam pembangunan ini, baik sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, maupun bagian dari ekosistem industri yang dibangun,” katanya.

AMATI juga menilai bahwa keberhasilan implementasi proyek strategis nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang kuat dinilai akan memastikan investasi berjalan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, organisasi mahasiswa tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga mengawal jalannya proyek secara kritis dan konstruktif. Mereka menyatakan siap menjadi bagian dari kontrol sosial agar pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

“Kami mendukung pembangunan ini sebagai bagian dari agenda besar nasional. Namun kami juga akan terus mengawal agar proyek ini berjalan sesuai aturan, menghormati masyarakat adat, serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku Tengah,” tutup Reinnel.

Dengan nilai investasi yang besar dan dampak yang luas, proyek PSN di Maluku Tengah kini tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi juga ujian bagi komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Sumber: Lawerisa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC ASWIN Kepulauan Meranti Resmi Daftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol
Kejari Bengkalis Petakan 98 Dapur SPPG, Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Dinas DLH Gerak Cepat Tindaklanjuti Viralnya Pemberitaan Media Online Terkait keluhan warga Bayah
Wadir I Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Buka Kegiatan PjBL Kelompok MKWK 7 Bertema “Gema Anak Bangsa dalam Permainan Rakyat”
Kafilah SBB Hadiri Pembukaan Serimonial MTQ ke-XXXI Maluku 
Bapenda Inhil Lanjutkan Pemeriksaan PBJT Sektor Hiburan, Masuki Tahap Penyampaian Hasil Pemeriksaan
Kafilah MTQ Seram Bagian Barat Resmi Berangkat ke Ambon, Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ XXXI Provinsi Maluku
Jelang MTQ Ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Inhil Matangkan Persiapan Kafilah Daerah
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:17 WIB

DPC ASWIN Kepulauan Meranti Resmi Daftarkan Kepengurusan ke Kesbangpol

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kejari Bengkalis Petakan 98 Dapur SPPG, Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:10 WIB

Dinas DLH Gerak Cepat Tindaklanjuti Viralnya Pemberitaan Media Online Terkait keluhan warga Bayah

Selasa, 23 Juni 2026 - 03:04 WIB

Wadir I Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Buka Kegiatan PjBL Kelompok MKWK 7 Bertema “Gema Anak Bangsa dalam Permainan Rakyat”

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:11 WIB

Kafilah SBB Hadiri Pembukaan Serimonial MTQ ke-XXXI Maluku 

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB