Kota Sorong Papua Barat Daya — Aktivitas pelayanan publik di Pelabuhan Ferry Klademak, Kota Sorong, dipastikan kembali beroperasi normal mulai pekan depan setelah sempat lumpuh total selama lebih dari satu bulan akibat insiden gangguan keamanan.
Kepastian tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Keamanan Wilayah Pelabuhan Klademak yang digelar pada Jumat (27/2/2026) dan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, operator pelabuhan, serta perwakilan masyarakat.
Ketua DPR Kota Sorong, Drs. Ec. John Lewerissa, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan bahwa kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan kembali beroperasi di Pelabuhan Ferry Klademak mulai Minggu mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan komitmen bersama seluruh pihak, kapal ASDP akan kembali beroperasi di Pelabuhan Ferry Klademak mulai Minggu besok,” ujar Lewerissa.
Aktivitas pelabuhan terhenti sejak 10 Januari 2026 akibat insiden yang dipicu kesalahpahaman antara oknum buruh yang berada di bawah pengaruh minuman keras dengan aparat keamanan.
Peristiwa tersebut berujung pada perusakan sejumlah fasilitas pelabuhan serta ancaman terhadap awak kapal dan pegawai, Sebagai langkah mitigasi keselamatan, pelayanan sementara dialihkan ke Pelabuhan Usaha Mina.
Raditya Firmansyah Darmawan dari BPTD Kelas II Papua Barat menjelaskan bahwa insiden tersebut menimbulkan trauma bagi pegawai dan pengguna jasa, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional.
Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, menegaskan komitmen penuh kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.
Ia menyampaikan bahwa personel pengamanan akan ditempatkan secara permanen, pengawasan di pintu masuk diperketat, serta dilakukan penindakan tegas terhadap peredaran minuman keras dan narkoba.
“Negara wajib memberikan kepastian keamanan bagi pelaku usaha. Kami akan melakukan penindakan terhadap miras dan narkoba, menempatkan personel di pos jaga, serta melaksanakan penyuluhan kamtibmas bersama tokoh agama dan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perhubungan juga telah mengajukan permohonan resmi kepada kepolisian terkait penempatan petugas di pintu masuk pelabuhan. Pos penjagaan yang sebelumnya mengalami kerusakan akan segera diperbaiki guna mendukung sistem pengamanan terpadu.
Penutupan pelabuhan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar, termasuk buruh pelabuhan dan pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan di area tersebut.
“Persoalan kamtibmas ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan buruh dan mama-mama pedagang di sekitar pelabuhan,” tambah Lewerissa.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sorong menyambut baik jaminan keamanan yang diberikan. Meski mengalami kerugian selama masa penghentian operasional, ASDP menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pelayanan angkutan perintis, khususnya bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Perwakilan buruh pelabuhan turut menyatakan dukungan terhadap langkah pengamanan yang diterapkan. Mereka menegaskan bahwa insiden sebelumnya dilakukan oleh oknum tertentu dan tidak mewakili seluruh pekerja pelabuhan.
Dengan adanya kesepakatan dan komitmen bersama ini, diharapkan operasional Pelabuhan Ferry Klademak dapat berjalan aman, tertib, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat di wilayah Sorong dan sekitarnya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














