SUARARAKYAT.info || Garut- Bulan Suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, mempererat ukhuwah, dan menebar kebaikan. Semangat itulah yang diwujudkan oleh Paguyuban Warga Cidarangdan Jalin Persaudaraan dengan menggelar acara buka puasa bersama (bukber) di Masjid Nurul Huda 2, Kampung Babakan Jenti, RT/RW 01/10, Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat. Sejak sore hari, masyarakat tampak antusias memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga tausiyah singkat (kultum) sebagai penguatan nilai-nilai spiritual di bulan penuh berkah ini.
Dalam sambutannya, perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Inilah momentum yang pas untuk mencari berkah dan rahmat dari Allah SWT. Dengan menjalin persaudaraan dan mempererat silaturahmi, kita berharap mendapatkan ridho dan pahala di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan kultum yang mengangkat tema pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan puasa. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa ketika adzan Maghrib berkumandang dan seluruh jamaah bersama-sama membatalkan puasa.
Ketua Paguyuban Warga Cidarangdan, Kusnadi yang akrab disapa Edi, dalam kesempatan tersebut juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota dan warga yang hadir. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan sosial maupun keagamaan.
“Saya mengajak seluruh warga agar selalu kompak, solid, dan bahu-membahu dalam mendukung kegiatan yang positif. Paguyuban ini harus menjadi wadah pemersatu, bukan hanya saat Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Edi.
Menurutnya, keberadaan paguyuban bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial, membantu sesama warga yang membutuhkan, serta menjadi motor penggerak kegiatan kemasyarakatan di wilayah tersebut.
Kegiatan buka puasa bersama ini pun diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus mempererat hubungan antarwarga. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang dialog dan silaturahmi lintas generasi.
Dengan terselenggaranya acara tersebut, Paguyuban Warga Cidarangdan Jalin Persaudaraan menunjukkan komitmennya dalam membangun harmoni sosial yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng.
Penulis : Yogi Setiawan
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














