Sambut Ramadan 1447 H dengan Syukur, Ikhlas, dan Gembira

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bandung- Setiap tahun Ramadan datang membawa pesan yang sama, namun selalu terasa baru. Ia adalah tamu agung yang tidak pernah hadir dengan tangan kosong. Di dalamnya terlipat kesempatan memperbaiki diri, memperhalus hati, dan merapikan hidup yang mungkin selama sebelas bulan terakhir kita biarkan kusut. Tahun ini, Ramadan 1447 H kembali mengetuk pintu kita, dan pertanyaannya sederhana, apa yang akan kita lakukan dengan kedatangannya?

Dalam situasi bangsa yang penuh hiruk-pikuk, dari persoalan ekonomi hingga persoalan sosial yang acap melelahkan, Ramadan hadir sebagai ruang hening. Sebuah jeda spiritual yang mengingatkan bahwa hidup bukan hanya soal mengejar, tetapi juga soal menyerahkan. Di sinilah letak pentingnya syukur, ikhlas, dan gembira sebagai sikap dasar dalam menyambut bulan suci ini.

Syukur, karena tidak semua diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali bertemu Ramadan. Syukur bukan sekadar ucapan “Alhamdulillah”, melainkan kesadaran bahwa segala yang kita miliki, rezeki, keluarga, waktu, dan bahkan masalah, adalah amanah yang bisa menjadi jalan menuju kedewasaan spiritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian ikhlas. Bulan Ramadan mengajarkan bahwa ibadah terdalam justru terjadi saat tidak ada mata manusia yang melihat. Lapar yang kita tahan bukan pertunjukan, tetapi dialog sunyi antara hamba dan Tuhannya. Ikhlas menata ulang niat kita, apakah puasa kita sekadar menggugurkan kewajiban, atau benar-benar ingin menjadi pribadi yang lebih teduh, lebih rendah hati, dan lebih jernih dalam memandang hidup?

READ  Pendekatan Profesional dan Edukatif: SPPG Parungkuda Bojongkokosan 2 Terapkan Sistem Prasmanan dalam Program MBG di SDN Paku Haji

Dan tentu saja gembira. Rasulullah mengajarkan bahwa umatnya dianjurkan menyambut Ramadan dengan perasaan senang, bukan mengeluh atau menganggapnya beban. Gembira karena bulan ini penuh rahmat, bulan ketika amalan dilipatgandakan, doa diangkat, dan pintu-pintu langit dibuka selebar-lebarnya. Kegembiraan ini bukan pesta, tetapi suasana hati yang lapang dan penuh harapan.

Namun, Ramadan juga mengingatkan bahwa kebajikan tidak berhenti pada hal-hal yang bersifat ritual. Ia harus turun ke tanah, menjadi sikap sosial. Menahan lapar di siang hari seharusnya mengasah empati terhadap mereka yang setiap hari hidup dengan perut kosong. Tarawih dan tilawah sepatutnya melahirkan akhlak yang lebih lembut, bukan kemarahan yang mudah meledak. Ramadan 1447 H seharusnya membuat kita lebih peduli, bukan lebih sibuk menilai ibadah orang lain.

Tajuk ini mengajak kita semua, pejabat maupun rakyat, guru maupun murid, pendakwah maupun pendengar, untuk menjadikan Ramadan sebagai cermin diri. Apakah kita semakin bersyukur? Apakah kita semakin ikhlas? Apakah hati kita semakin penuh kegembiraan yang menenangkan, bukan kegaduhan yang memecah?

Mari sambut Ramadan 1447 H dengan langkah yang ringan, hati yang bersih, dan pikiran yang jernih. Kita tidak tahu apakah kita akan bertemu Ramadan berikutnya. Yang kita tahu, Ramadan kali ini adalah kesempatan terbaik yang ada di depan mata.

Selamat datang, bulan suci.

Selamat datang, rahmat dan ampunan.

Semoga kita semua dipertemukan, dipeluk, dan diubah menjadi manusia yang lebih baik. Aamiin.

Penulis : Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak 1 Muharram 1448 H.Di Gegerbitung, Lomba Hadroh dan Qasidah Perkuat Syiar Islam dan Kebersamaan
KNPI Kota Sukabumi Santuni Anak Yatim, Maknai 1 Muharam sebagai Momentum Kepedulian Sosial
Garda Terdepan Anti Narkoba! Pemuda (KOPAN) Kraton Gandeng Polsek Kraton Kawal Desa-Desa Bebas Narkotika
LISTRIK MENYALA, KEADILAN PADAM Ironi di Balik Gemerlap Geothermal Salak
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP.dan Jajaran Mengucapkan Selamat. Hari Kesaktian Pancasila 2026
Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Kurban di Komplek Balitri Parungkuda
Kurban Perdana SPPG Indonesia Maju Pasir Halang 02, Tebar Kepedulian dan Edukasi Makna Berbagi
Semangat Iduladha, Lanal Bandung Perkuat Nilai Kepedulian dan Ketakwaan Melalui Ibadah Kurban
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:27 WIB

Semarak 1 Muharram 1448 H.Di Gegerbitung, Lomba Hadroh dan Qasidah Perkuat Syiar Islam dan Kebersamaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:20 WIB

KNPI Kota Sukabumi Santuni Anak Yatim, Maknai 1 Muharam sebagai Momentum Kepedulian Sosial

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:26 WIB

Garda Terdepan Anti Narkoba! Pemuda (KOPAN) Kraton Gandeng Polsek Kraton Kawal Desa-Desa Bebas Narkotika

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:47 WIB

LISTRIK MENYALA, KEADILAN PADAM Ironi di Balik Gemerlap Geothermal Salak

Senin, 1 Juni 2026 - 12:48 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP.dan Jajaran Mengucapkan Selamat. Hari Kesaktian Pancasila 2026

Berita Terbaru