SUARARAKYAT.info||SUKABUMI – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD BAPERA) Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Falah Efendi, SH, MH, MM, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan sejati berakar kuat dari perjuangan para ulama, kiai, dan santri yang sejak masa penjajahan telah menjadi benteng moral, spiritual, dan intelektual bangsa.
Menurut Falah, sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran besar kalangan pesantren yang dengan gigih menanamkan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa tanpa pamrih. “Mereka bukan hanya berperang dengan senjata, tetapi juga dengan ilmu, doa, dan keteguhan iman. Itulah sumber semangat kepahlawanan yang sejati,” ujar Falah dengan penuh semangat.Senin (10/11/2025)
Ia juga menjelaskan bahwa Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap tanggal 10 November sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Hari Pahlawan ini telah ditetapkan sebagai hari nasional, namun bukan hari libur, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959,” jelasnya.
Falah menambahkan, semangat juang para pahlawan di masa lalu harus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk terus melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang relevan dengan zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan semangat mempertahankan tanah air dari penjajah, maka kini perjuangan diwujudkan dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 sebuah visi menuju bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur di usia 100 tahun kemerdekaan.
“Pengorbanan para pahlawan terdahulu adalah warisan moral yang tidak ternilai. Kita sebagai generasi penerus harus melanjutkan semangat itu dalam bentuk kerja nyata, integritas, dan pengabdian kepada bangsa. Jadilah pahlawan di bidang masing-masing, karena setiap perjuangan yang dilakukan dengan niat tulus untuk kemajuan negeri ini adalah bentuk kepahlawanan,” pungkas Falah.
Momentum Hari Pahlawan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda, untuk tidak melupakan akar perjuangan bangsa. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, nilai-nilai luhur kepahlawanan diharapkan terus hidup di tengah dinamika zaman dari pesantren hingga perkotaan, dari desa hingga istana negara.
(Rizwan)














