SUARARAKYAT.info|| Jakarta– Dewan Pimpinan Pusat Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (DPP FABEM) secara tegas mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus investigasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan publik. Desakan ini muncul setelah terungkapnya sejumlah kasus keracunan yang diduga kuat berasal dari konsumsi makanan dalam program tersebut.Senin (29/9/2025)
Melalui siaran pers yang dirilis pada Jumat (26/9/2025), DPP FABEM menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan serius yang terjadi di lapangan. Mereka menilai program MBG memang memiliki niat baik untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama kalangan pelajar dan masyarakat kurang mampu, namun pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan baru yang membahayakan kesehatan publik.
“Program ini harus dievaluasi dari hulu ke hilir, mulai dari proses perencanaan, pengadaan bahan baku, distribusi, hingga tahap akhir penyajian kepada masyarakat. Setiap titik pelaksanaan harus diteliti secara detail untuk menemukan penyebab utama terjadinya keracunan,” tegas pernyataan DPP FABEM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, DPP FABEM juga mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kasus-kasus keracunan yang telah terjadi. Hal ini penting untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni akibat kelalaian teknis di lapangan, ataukah terdapat unsur kesengajaan, manipulasi, maupun praktik kecurangan yang melibatkan pihak-pihak tertentu.
Selain menyoroti aspek keamanan pangan, DPP FABEM menekankan pentingnya transparansi anggaran dalam program MBG. Mereka mengingatkan bahwa program besar dengan alokasi dana triliunan rupiah ini sangat rawan disalahgunakan jika tidak disertai pengawasan yang ketat.
“Transparansi anggaran adalah kunci untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Dengan mekanisme keterbukaan informasi, masyarakat dapat turut memantau penggunaan dana dan memastikan bahwa program ini benar-benar untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk memperkaya kelompok tertentu,” lanjut pernyataan tersebut.
FABEM juga mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak segera melakukan langkah korektif, maka kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional ini akan semakin menurun. Padahal, program MBG sejatinya dirancang untuk mendukung masa depan generasi bangsa melalui perbaikan gizi.
Dengan demikian, evaluasi menyeluruh dan investigasi tuntas menjadi keharusan agar program ini benar-benar membawa manfaat, bukan sebaliknya menimbulkan petaka kesehatan.
(Tim)














