SUARARAKYAT.info||Riau-Sumbar – Dunia jurnalistik di Sumatera Barat kembali diguncang dengan kabar mengejutkan. Seorang jurnalis bernama Athia menjadi korban penyebaran informasi bohong (hoaks) di media sosial TikTok. Akun dengan nama pengguna @Muhammad.Iksan9260 yang diketahui bernama san jaya dan di sapa akrabnya keseharian nya san jaya diduga mengunggah konten menyesatkan dengan mencatut nama Athia dan menyebut dirinya sebagai korban pembunuhan di Kuansing, kasus yang tengah viral beberapa waktu terakhir.
Dalam unggahan yang kini telah dihapus, akun tersebut bahkan menampilkan foto korban pembunuhan asli, namun disertai narasi seolah-olah Athia adalah korban. Hal ini membuat publik terkejut, termasuk keluarga dan kerabat dekat Athia yang panik setelah melihat kabar tersebut.
“Saya terkejut, keluarga saya banyak yang menelpon karena melihat video itu. Malah saya yang dituduh sebagai korban pembunuhan,” ungkap Athia saat dikonfirmasi, Minggu (21/09/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diduga Bermotif Menjatuhkan Reputasi
Athia menegaskan bahwa dirinya sangat dirugikan atas penyebaran hoaks tersebut. Ia menduga, kabar bohong itu bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan ada motif untuk menjatuhkan reputasinya sebagai jurnalis.
Sebagaimana diketahui, Athia selama ini dikenal vokal dalam memberitakan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Solok, wilayah hukum Polres Arosuka. Menurutnya, pemberitaan tersebut kerap membuat banyak pihak tidak nyaman, sehingga muncul dugaan bahwa hoaks yang mencatut namanya merupakan serangan balik.
“Banyak pihak yang terusik dengan pemberitaan saya. Mungkin inilah cara mereka untuk mencoreng nama baik saya, bahkan sampai menyebarkan kabar bohong bahwa saya meninggal,” tambah Athia.
Bukti Sudah Diamankan
Meski unggahan hoaks itu kini telah dihapus, Athia menegaskan bahwa dirinya telah mengamankan salinan video dan tangkapan layar (screenshot) sebagai bukti. Ia memastikan akan membawa kasus ini ke jalur hukum demi memberikan efek jera bagi pelaku.
“Informasi bohong seperti ini jelas menyesatkan publik dan mencemarkan nama baik saya. Karena itu, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Pemilik Akun Diduga Wartawan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pemilik akun Muhammad Ikhsan diduga juga merupakan seorang wartawan di salah satu media online di Solok. Beberapa postingannya memperlihatkan dirinya berfoto bersama aparat kepolisian, termasuk Kapolres Solok Arosuka, AKBP Agung Pranajaya.
Seorang rekan bernama Sugianto membenarkan hal tersebut.
“Muhammad Ikhsan memang wartawan asal Solok. Ini buktinya bang, fotonya bersama Kapolres Solok Arosuka,” ujarnya sembari menunjukkan foto.
Polisi Beri Tanggapan
Menanggapi kabar tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati menyampaikan bahwa siapa pun bisa berfoto dengan aparat kepolisian, sehingga tidak bisa langsung diasumsikan memiliki hubungan khusus. Ia menyarankan agar Athia segera membuat laporan resmi jika merasa dirugikan.
“Semua orang bisa berfoto dengan siapa saja. Saran saya, jika tidak berkenan, dilaporkan saja,” tegas Susmelawati.
Sementara itu, Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajaya mengaku tidak begitu mengenal pemilik akun tersebut. Namun ia membenarkan bahwa pernah ada kunjungan dari seorang bernama Muhammad Ikhsan ke Mapolres sekitar seminggu yang lalu.
“Saya lupa namanya, tapi sekitar seminggu yang lalu memang ada silaturahmi ke Polres,” ujarnya.
Langkah Hukum Jadi Jalan Keluar
Kasus ini menyoroti betapa berbahayanya penyebaran informasi bohong di media sosial, terutama jika menyerang individu dengan identitas yang jelas. Bagi seorang jurnalis seperti Athia, hoaks yang mencatut namanya tidak hanya berdampak pada reputasi pribadi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap profesi jurnalis secara umum.
Athia memastikan, ia tidak akan tinggal diam dan akan menyerahkan kasus ini ke ranah hukum.
“Saya ingin kasus ini menjadi pelajaran bagi siapa pun agar tidak mudah menyebarkan informasi bohong. Hoaks tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menyesatkan masyarakat luas,” pungkasnya.
(Tim)














