SUARARAKYAT.info||Bombana- Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia terasa begitu meriah di Kabupaten Bombana. Ratusan nelayan dari Kecamatan Rumbia Tengah menggelar pawai bendera merah putih menggunakan 110 kapal nelayan yang berlayar dari kawasan Taman Wonuo Wiri Tahi.minggu (17/8/2025)
Pawai laut ini secara resmi dilepas oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. yang menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat nelayan dalam memeriahkan hari kemerdekaan. “Kegiatan ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah. Ke depan, tradisi pawai bendera merah putih oleh nelayan ini akan terus kita dorong sebagai agenda tahunan,” ungkapnya.
Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah warga, khususnya masyarakat nelayan Rumbia Tengah. Mereka merasa bangga bisa mengambil bagian dalam perayaan bersejarah ini. Bendera merah putih berkibar megah di atas kapal-kapal nelayan, menciptakan panorama laut yang sarat dengan semangat nasionalisme.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pawai laut ini berawal dari gagasan Sertu Amirudin Abdul Majid Way, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kodim 1431/Bombana yang bertugas di Desa Tapuhahi dan Lampata. Ide tersebut muncul pada saat kegiatan pembagian bendera merah putih pada 10 Agustus lalu. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Lampata, para ketua nelayan, serta aparat kecamatan, rencana itu mendapat sambutan positif. Laporan kemudian diteruskan kepada Danramil 1431-01/Rumbia dan Camat Rumbia Tengah, hingga akhirnya masuk dalam rangkaian agenda resmi peringatan HUT RI ke-80 Kabupaten Bombana.
Tak hanya pemerintah kecamatan, dukungan juga datang dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana melalui Kepala Badan dr. Sunandar yang menyalurkan bendera merah putih kepada para nelayan. Bendera tersebut kemudian dipasang di kapal-kapal yang ikut pawai, menambah semarak suasana peringatan kemerdekaan di laut.
Camat Rumbia Tengah, Yusuf Alison, S.Sos., MM, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini akan dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. “Bila perlu, pawai ini akan dikemas dalam bentuk perlombaan sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Kabupaten Bombana,” ujarnya optimis.

Seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi ajang kebanggaan, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi para nelayan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bombana.
Dengan gemuruh semangat kebersamaan, pawai kapal nelayan Rumbia Tengah bukan hanya menjadi simbol cinta tanah air, tetapi juga wujud nyata persatuan rakyat dan pemerintah dalam menjaga serta mengisi kemerdekaan.
(Yusdin Senoputra)














