Dana Desa Timpah Disorot: Diduga Sarat Penyalahgunaan, Proyek Jalan Rusak dan BLT Tak Transparan

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Kapuas, Kalteng -Aroma dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa kembali menyeruak di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Investigasi tim media bersama laporan warga menemukan sejumlah kejanggalan serius terkait pengelolaan dana desa tahun 2023–2025, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), proyek infrastruktur jalan, hingga ketidaktransparanan aparat desa dalam menunjukkan data resmi anggaran.sabtu (16/8/2025)

Awalnya, tim media mendatangi Balai Desa Timpah untuk meminta klarifikasi soal alokasi dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat. Namun, ironisnya, tidak ada satu pun pihak yang mampu menunjukkan dokumen atau data realisasi anggaran tersebut. Kepala desa tidak berada di kantor, sementara sekretaris desa (Sekdes) beralasan bahwa data RAB (Rencana Anggaran Biaya) “tertinggal di dalam tas.”ungkapnya dengan singkat. Jawaban ini semakin mempertebal kecurigaan publik terhadap ketertutupan administrasi di Desa Timpah.

“Seharusnya data itu bisa ditunjukkan secara transparan, karena menyangkut uang rakyat. Tetapi justru para staf admin pun mengaku tidak tahu-menahu soal alokasi dana tersebut,” ungkap salah satu jurnalis yang melakukan investigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih miris lagi, menurut temuan tim media, tidak ada arsip resmi yang tersimpan di balai desa terkait penggunaan dana desa. Padahal, sesuai aturan, seluruh dokumen pengelolaan dana desa wajib terdokumentasi dan dapat diakses publik untuk menjamin akuntabilitas.

Di sisi lain, penyaluran BLT Dana Desa tahun 2025 juga menimbulkan pertanyaan besar. Tercatat sebanyak 40 orang penerima dengan nominal Rp900 ribu per orang. Namun publik mempertanyakan ke mana sisa anggaran dari total alokasi bantuan tersebut, karena perhitungan kasarnya menyisakan dana yang tidak jelas peruntukannya.

READ  Kasi PMD G. Iswayudi, S.IP. Tegaskan Pengecoran Jalan Sudah Sesuai Standar Mutu, Genangan Air di Desa Bojonggenteng dan Berkah Dipicu Masalah Drainase Lama

Tak berhenti di situ, proyek pembangunan jalan desa yang menggunakan dana desa juga disorot warga. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat di sekitar Jalan Cilik Riwut kini rusak parah, bahkan sudah tidak bisa dilewati lagi. Hasil investigasi menduga kualitas jalan buruk karena material yang dipakai terlalu banyak pasir, sehingga hanya bertahan kurang dari satu tahun.

“Ini jalan masyarakat, seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Tapi kondisinya sekarang sangat memprihatinkan, hancur sebelum dirasakan manfaatnya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa di Timpah ini menambah daftar panjang problematika pengelolaan keuangan desa di Indonesia. Ketidaktransparanan, BLT yang tidak jelas, dan proyek infrastruktur asal jadi menjadi potret nyata lemahnya pengawasan serta dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran.

Publik kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum, baik Inspektorat Daerah, Kejaksaan, maupun aparat kepolisian, untuk melakukan audit menyeluruh atas dana desa Timpah tahun 2023–2025. Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, rakyatlah yang akan terus menjadi korban dari praktik-praktik penyalahgunaan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa belum memberikan peryataan resminya perihal adanya dugaan di desa timpah, namun awak media dilapangan akan berupaya mencari info lebih detail terkait dugaan adanya penyelewengan anggaran dana desa tersebut.

Bersambung….

Catatan Redaksi:apabila pemerintah Desa mau memberikan hak klarifikasi dan hak jawabnya,silahkan diberikan sesuai data dan fakta yang ada

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat
Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:23 WIB

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:02 WIB

Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 04:38 WIB

BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

Berita Terbaru