Polri Bongkar Penambangan Ilegal di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto, 351 Kontainer Batu Bara Diamankan

- Penulis

Minggu, 20 Juli 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik penambangan ilegal batu bara di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Kawasan yang seharusnya dilindungi sebagai bagian dari lingkungan hidup strategis nasional tersebut justru dijarah demi keuntungan pribadi, bahkan beroperasi tidak jauh dari wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek besar pemerintah pusat yang mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras terhadap aktivitas ilegal yang mengancam kelestarian alam Kalimantan. Dalam operasi penindakan yang dilakukan oleh Dittipidter Bareskrim, aparat berhasil mengamankan sebanyak 351 kontainer berisi batu bara. Rinciannya, 248 kontainer disita di wilayah Surabaya, Jawa Timur, sementara 103 kontainer lainnya masih dalam proses penyitaan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tidak hanya itu, aparat juga menyita 9 unit alat berat yang diduga digunakan untuk proses penambangan—dengan 2 unit telah diamankan, dan 7 unit lainnya masih dalam proses. Selain itu, 11 unit truk trailer yang digunakan untuk pengangkutan batu bara juga turut disita, bersama dengan sejumlah dokumen pendukung aktivitas ilegal tersebut.

Dalam keterangannya kepada media, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial YH, CH, dan MH. Ketiganya diduga kuat menjadi aktor utama dalam mata rantai distribusi batu bara ilegal dari kawasan konservasi tersebut ke berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Modus operandinya adalah membeli batu bara dari hasil penambangan ilegal di kawasan konservasi Tahura Bukit Soeharto,” ungkap Brigjen Nunung dalam konferensi pers pada Kamis, 17 Juli 2025. Batu bara tersebut kemudian dikumpulkan di stockroom, dikemas dalam karung-karung, dan dimasukkan ke dalam kontainer untuk selanjutnya diangkut ke pelabuhan melalui Terminal Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) guna didistribusikan lebih lanjut.

READ  Tambang Ilegal di Sungai Kapuas: Ancaman Ekologi, Diamankan atau Dibiarkan?

Polisi menegaskan bahwa perbuatan para tersangka merupakan pelanggaran berat terhadap hukum lingkungan dan pertambangan di Indonesia. Ketiganya dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengatur larangan aktivitas pertambangan tanpa izin resmi. Ancaman hukuman yang dikenakan yakni pidana penjara maksimal 5 tahun serta denda sebesar Rp100 miliar.

Kawasan Tahura Bukit Soeharto sendiri merupakan wilayah konservasi penting yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem Kalimantan Timur, termasuk wilayah yang akan menjadi Ibu Kota Negara yang baru. Oleh karena itu, aktivitas ilegal seperti ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam stabilitas jangka panjang pembangunan nasional yang digagas pemerintah melalui proyek IKN.

Polri menegaskan akan terus mengusut tuntas jaringan pelaku penambangan ilegal di kawasan konservasi dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk pihak-pihak yang membantu distribusi dan penyamaran legalitas batu bara tersebut.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena dilakukan di wilayah konservasi yang dilindungi negara. Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Semua pihak yang terlibat akan kami kejar,” tegas Brigjen Nunung.

Langkah tegas Polri ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemerhati lingkungan dan masyarakat sipil yang selama ini menyoroti maraknya perambahan hutan dan aktivitas tambang ilegal di Kalimantan. Mereka berharap penindakan ini dapat menjadi efek jera sekaligus momentum untuk memperkuat pengawasan serta perlindungan terhadap kawasan konservasi di seluruh Indonesia.

 

(Humas Polri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakapolda Riau Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan 27 Kg Sabu Jaringan Internasional di Polres Meranti
Polda Papua Barat Daya Dorong Dialog Buruh Lewat FGD: Sinergi May Day di Sorong, Polisi Jadi Mitra Strategis Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Polda Papua Barat Daya dan Serikat Buruh Perkuat Sinergitas Jelang May Day 2026 di Kota Sorong
Peringatan HUT Ke-2 Polda Papua Barat Daya Tekankan Sinergi dan Pengabdian: Polri Perkuat Pelayanan Humanis
Wakapolda Tegaskan Kasus Mafia BBM di Sorong Bukan Ulah Institusi, Polda PBD Bentuk Tim Khusus
SINERGITAS TNI-POLRI, 306 PERSONEL GABUNGAN AMANKAN PELANTIKAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA, ADMINISTRATOR DAN PENGAWAS DI LINGKUNGAN PEMKAB MAYBRAT TAHUN 2026
Nelayan Hilang Kontak di Perairan Matan Ditemukan Selamat, Tim SAR Satpolairud Lakukan Evakuasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:04 WIB

Wakapolda Riau Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan 27 Kg Sabu Jaringan Internasional di Polres Meranti

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:23 WIB

Polda Papua Barat Daya Dorong Dialog Buruh Lewat FGD: Sinergi May Day di Sorong, Polisi Jadi Mitra Strategis Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

Polda Papua Barat Daya dan Serikat Buruh Perkuat Sinergitas Jelang May Day 2026 di Kota Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 05:25 WIB

Peringatan HUT Ke-2 Polda Papua Barat Daya Tekankan Sinergi dan Pengabdian: Polri Perkuat Pelayanan Humanis

Berita Terbaru