Suararakyat.info.Namlea, Kabupaten Buru-Mentari pagi menyapa pelataran Mapolres Buru dengan hangat yang bersahaja. Langit biru membentang luas, seolah memberi restu atas kegiatan kebersamaan yang tengah digelar. Embun terakhir yang jatuh di dedaunan kayu putih menjadi saksi sunyi bagi gerakan kaki yang mulai menyusun harmoni sebuah langkah yang tidak sekadar berjalan, tetapi membawa pesan damai dan cinta untuk negeri.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Bhayangkara, Polres Buru menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Baris Empang Indah”, yang dilaksanakan di jantung Kota Namlea, tepatnya di lingkungan Mapolres Buru. Acara ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga bentuk konkret sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat yang hidup berdampingan dalam semangat gotong royong dan cinta tanah air.(21/6/2025)
Langkah Bersama Dalam Irama Damai
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K, MM, tampil sebagai pemimpin yang penuh khidmat dalam kegiatan ini. Didampingi oleh Wakapolres Kompol Akmil Djapa, S.Ag, suasana kegiatan terlihat cair namun sarat makna. Wajah-wajah anak bangsa dari berbagai kalangan pelajar, tokoh masyarakat, anggota Bhayangkari, dan barisan elemen pemuda turut ambil bagian dalam baris langkah yang dipadukan dengan puisi, lagu kebangsaan, serta yel-yel semangat Bhayangkara.
Bendera merah putih berkibar di tangan bocah-bocah kecil yang berdiri di pinggir jalur, melambai-lambai seperti doa yang tak terucap. Sorak sorai dan tawa riang menggema bersahutan dengan langkah-langkah yang rapi, penuh semangat namun bersahaja. Warga pun antusias menyambut kegiatan yang dianggap sebagai bentuk pendekatan humanis Polres Buru kepada masyarakat.
Kebersamaan Tanpa Sekat
“Ini bukan lomba. Ini perayaan jiwa,” ucap Kapolres Sulastri dalam sambutannya. “Kita tidak hanya menyambut ulang tahun Bhayangkara dengan seremoni, tapi kita juga ingin hadir lebih dekat, merasakan detak yang sama dengan masyarakat yang kami layani.”
Hal senada juga disampaikan oleh Kompol Akmil Djapa, yang menyebut kegiatan ini sebagai bentuk konkret dari semangat Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, yang digagas oleh Kapolri sebagai paradigma baru Polri dalam bertransformasi menjadi lembaga yang semakin dicintai masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres Buru tidak hanya mempererat hubungan antarelemen masyarakat, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa keamanan bukan sekadar tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan sosial yang tenteram dan beradab.
Kidung Damai dari Ujung Timur Indonesia
Empang Indah sebuah simbol alam dan keheningan khas Bupolo kini bergema dengan langkah dan kidung dari rakyat dan penegak hukum yang saling bergandengan. Dari wilayah ujung timur Indonesia ini, gema cinta dan kebersamaan dikirimkan ke seluruh pelosok negeri: bahwa Indonesia bisa damai, bisa bersatu, dan bisa terus tumbuh dalam semangat Bhayangkara sejati.
Bukan sekadar baris berbaris, kegiatan ini adalah puisi hidup yang mengajarkan arti kedekatan dan cinta negeri. Bhayangkara bukan hanya penjaga malam dan siang, tetapi juga perawat harapan dan pelindung mimpi rakyat kecil.
Dalam usia ke-79 Bhayangkara, dari Empang Indah di Tanah Bupolo, harapan pun dilangitkan: Semoga Polri tetap kokoh dalam badai, teguh dalam integritas, dan menjadi terang ketika negeri dirundung gelap. Dari Buru, untuk Indonesia.
(Ken Bupolo)














