Prof Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional Ekonom Meminta Presiden Prabowo Intruksikan Menaker dan Memperindag Untuk Menciptakan Loker & Stop Impor Pangan Dalam Luar Negeri             

- Penulis

Jumat, 6 Juni 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Akibat daripada Banyak Pengangguran setelah perusahaan industri gulung tikar alias bangkrut banyak masyarakat menjadi pengangguran sedangkan perusahaan yang ada tidak bisa menampung pengangguran akibat PHK.

Hingga tidak itu saja akibat import dan ekspor bahan pangan perekonomian morat marit hingga berakibat kemiskinan dimana mana. Ini terlihat penomena dimana menjalani Idhul Adha tahun 2025 ini, sangat sedikit masyarakat yang mampu berkurban kerbau domba kambing.! Terang Prof Sutan Nasomal Pakar Hukum dan Ekonom Internasional menjawab materi pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi Media Cetak Onlen mewawancarainya via telpon. Sabtu (7/6/2025)

Melihat aktifitas masyarakat terpantau pada hari raya IEDUL ADHA jumat 06/06/2025 tidak semeriah pada tahun tahun yang telah berlalu. Di sebabkan daya beli Masyarakat anjlok. Bukan issu lagi bahwa tabungan Masyarakat sudah habis di gunakan untuk kebutuhan sehari hari. Karena semua sudah sangat mahal apa saja yang menjadi dasar belanja kebutuhan sehari hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka sangat betul pedagang hewan Qurban juga terkena dampaknya. Banyak hewan tidak terjual. Hampir semua pedagang mengatakan bahwa harga hewan Qurban memang harganya naik.

Pedagang buah buahan juga menyampaikan bahwa daya beli Masyarakat turun 70% karena semangka dan jeruk biasanya sangat di minati Masyarakat saat lebaran IEDUL ADHA kini jarang pembeli.

Pedagang ketupat masak atau pedagang kulit ketupat juga menyampaikan kepada media bahwa selama 5 hari menuju hari raya IEDUL ADHA lebih dari 50% pelanggan tidak lagi berbelanja.

Harga hewan Qurban semakin mahal karena peternak kekurangan stok akibat beralih pekerjaan profesi para peternak ke bidang yang lain.

Harga buah juga kini sangat mahal karena perkebunan saat ini alih fungsi lahan. Jutaan pohon buah buahan ditebang dan tidak ada lagi lahan baru untuk menanamnya. Banyak pimpinan pemerintah di daerah dari tingkat bawah seperti lurah tidak bisa memberikan solusi agar ada lahan baru yang bisa di tanam menjadi kebun buah buahan untuk mencukupi kebutuhan permintaan pasar Masyarakat. Serta program ketahanan pangan tidak semua lurah melaksanakan, atau para lurah banyak gagal menjalankan program ketahanan pangan.

READ  Skandal Emas Ilegal 50 Kg Terbongkar: Hasil Tak Terduga dari Operasi Narkotika Pengamat Berikan Apresiasi

PROF DR KH SUTAN NASOMAL menyampaikan keprihatinannya kepada media dengan kondisi sangat sulit saat ini sehingga tidak semua Masyarakat bisa merayakan IEDUL ADHA penuh suka cita. Bahkan banyak warga yang tidak kebagian daging Qurban dan tidak mampu membeli daging untuk di masaknya di hari raya.

Golongan Masyarakat tingkat menengah yang biasanya ikut andil berbagi daging Qurban dalam memeriahkan hari raya IEDUL ADHA kini sudah tidak ada lagi karena kelompok ini sudah tidak ada di kelompok menengah Masyarakat. Mungkin sudah jauh terpuruk menghadapi krisis ekonomi.

PROF DR KH SUTAN NASOMAL menyampaikan kepada media Reaksi ragam pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tidak sehat dan kemungkinan berjangka panjang sampai 10 tahun kedepan. Itupun bila program dari pemerintah yang di pimpin oleh Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto berjalan sesuai ketentuan. Maka perlu anggaran besar agar semua rencana pemerintah kembali memperkuat ekonomi sampai menyentuh kepertanian perternakan dan nelayan.

Maka langkah kuat harus di laksanakan pemerintah untuk melihat langsung keadaan yang sebenarnya agar program yang di laksanakan tepat sasaran.

Narasumber : PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH Pakar Hukum internasional Ekonom juga Presiden Partai Oposisi Merdeka Juga Jenderal Kompii Dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Call Center 08118419260

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Dorong Penguatan Keamanan Perbatasan ASEAN, Dirjen Imigrasi Paparkan Strategi Nasional di Forum DGICM 2026 Menulis
Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:36 WIB

Indonesia Dorong Penguatan Keamanan Perbatasan ASEAN, Dirjen Imigrasi Paparkan Strategi Nasional di Forum DGICM 2026 Menulis

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Berita Terbaru