Polemik Pengangkatan Kembali Yulisman Sebagai PJ Kades Kebun Lado, DPD PETIR Kuansing Minta Evaluasi

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuansing – Polemik mengenai pengangkatan kembali Yulisman sebagai Penjabat (PJ) Kepala Desa (Kades) Kebun Lado terus menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, kinerja Yulisman selama menjabat sebelumnya dianggap kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada warga. Hal ini menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat, terutama terkait dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan desa.(06/03/2025)

Merespons berbagai pemberitaan yang berkembang, Yulisman dengan tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan cenderung tendensius. Salah satu isu yang mencuat adalah mengenai pemberian izin tambang akuari di desa Kebun Lado.

Namun, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tri Karya (PETIR) Kuansing, Daniel Saragi, SH, menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan kepada Yulisman bukanlah fitnah. Ia menyebutkan bahwa semua informasi yang disampaikan ke publik memiliki dasar yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua yang kami sampaikan adalah nyata adanya. Bahkan, kami telah meminta keterangan dari berbagai narasumber, termasuk tokoh masyarakat dan warga setempat. Terkait izin tambang akuari, memang dulu sempat beroperasi, namun saat ini tidak berjalan. Sebelumnya, kami telah mengonfirmasi langsung kepada PJ Kades, dan beliau mengaku sedang mengurus perizinan. Lalu, selama ini ke mana uang yang masuk ke Pendapatan Asli Desa (PAD) Kebun Lado?” ujar Daniel.

Sejumlah Dugaan Pelanggaran Kinerja PJ Kades

Selain polemik izin tambang, Daniel Saragi juga mengungkapkan bahwa banyak laporan masyarakat yang menyoroti berbagai dugaan penyimpangan dalam kepemimpinan Yulisman. Beberapa di antaranya adalah pengangkatan anaknya sebagai Kepala Dusun (Kadus) yang diduga tidak berdomisili di Kebun Lado, serta dugaan penyalahgunaan PAD untuk kepentingan pribadi.

“Kami telah turun langsung ke lapangan untuk menanyakan permasalahan yang terjadi. Ada banyak laporan dari masyarakat mengenai kinerja PJ Kades Yulisman. Mulai dari pengangkatan anaknya sebagai Kadus yang tidak berdomisili di Kebun Lado, hingga dugaan pengelolaan PAD desa yang tidak transparan,” jelasnya.

Daniel menambahkan bahwa permasalahan ini seharusnya segera dievaluasi agar kondisi di tengah masyarakat tetap kondusif. Namun, pertemuan yang difasilitasi oleh Camat Singingi, Saparman, ST, MT, untuk membahas polemik ini juga menimbulkan tanda tanya.

Menurut informasi yang didapat, dalam pertemuan tersebut tidak semua tokoh masyarakat diundang. Mayoritas yang hadir disebut-sebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Yulisman, sehingga pertemuan tersebut terkesan telah diskenariokan agar hasilnya dapat dikondisikan sesuai kepentingan tertentu.

READ  Wapres Gibran dan Mentan Amran Turun ke Sawah di Ngawi: Dorong Percepatan Tanam dan Ketahanan Pangan Nasional

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kebun Lado yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai bahwa Yulisman kurang transparan dalam menjalankan pemerintahan desa.

“Seorang pemimpin yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan manajemen yang baik pasti akan kacau. Selama ini, saya melihat PJ Kades tidak transparan dalam mengelola keuangan desa. Seharusnya, ia terbuka dalam pengelolaan keuangan, apalagi saya ini adalah mitranya dalam pemerintahan desa,” ujar Ketua BPD.

Dana Peresmian SMP Kebun Lado Dipertanyakan

Selain permasalahan pengelolaan PAD desa, muncul juga dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana untuk peresmian Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kebun Lado yang diresmikan oleh Bupati Kuansing, Dr. Suhardiman Amby.

Daniel Saragi mengungkapkan bahwa panitia peresmian yang telah dibentuk sebelumnya oleh Yulisman tidak mengetahui secara pasti aliran dana yang masuk dan keluar. Bahkan, ada dugaan bahwa Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) juga dimintai bantuan dana untuk acara peresmian tersebut, namun hingga kini tidak ada laporan atau pembubaran panitia secara resmi.

“Kemana perginya dana tersebut? Panitia yang telah dibentuk seharusnya mengetahui seluruh pemasukan dan pengeluaran, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Kebun Lado,” ujarnya.

DPD PETIR Kuansing Desak Evaluasi PJ Kades

Melihat berbagai permasalahan yang terjadi, Daniel Saragi, SH, selaku Ketua DPD Ormas PETIR Kuansing, meminta Bupati Kuansing untuk segera mengevaluasi kinerja Yulisman sebagai PJ Kades Kebun Lado.

“Banyak sekali laporan masyarakat mengenai kinerja PJ Kades yang tidak sesuai dengan harapan warga. Kami sudah menyampaikan informasi ini langsung kepada Bupati Kuansing, dan beliau menyarankan kami untuk berkomunikasi dengan Camat dan Dinas Sosial PMD terkait proses evaluasi,” terang Daniel.

Dengan adanya berbagai polemik ini, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar kondisi di Desa Kebun Lado kembali kondusif dan transparan dalam tata kelola pemerintahan desa.

 

(Mp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Soliditas dan Tingkatkan Kebugaran Tubuh, Kodaeral XIV Rutin Olahraga Bersama
Pangdam Kasuari Kunjungi Yonif 764/IB, Tegaskan Disiplin, Kekompakan, dan Kepedulian
PT Gag Nikel Bangun Kedekatan Emosional dengan Media dan LSM Melalui Dialog Terbuka dan Kunjungan Lapangan
Komisi XIII DPR RI Tinjau Kinerja Keimigrasian Banten, Fokus Penguatan Pengawasan dan Pelayanan Publik
Badan Pemulihan Aset Lelang Kembali Kapal Tanker MT Arman 114 Beserta Muatan Light Crude Oil di Batam
Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia pada Harvard Indonesian Student Association
Korlantas Polri Targetkan Seluruh Kendaraan Baru Wajib e-BPKB pada 2027
Penunjukan Pelaksana Keraton Oleh Pemerintah: Jalan Tengah Pelestarian Budaya Atau Babak Baru Kisruh Suksesi Kasunanan Surakarta?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:44 WIB

Jaga Soliditas dan Tingkatkan Kebugaran Tubuh, Kodaeral XIV Rutin Olahraga Bersama

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:30 WIB

Pangdam Kasuari Kunjungi Yonif 764/IB, Tegaskan Disiplin, Kekompakan, dan Kepedulian

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:21 WIB

PT Gag Nikel Bangun Kedekatan Emosional dengan Media dan LSM Melalui Dialog Terbuka dan Kunjungan Lapangan

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:52 WIB

Komisi XIII DPR RI Tinjau Kinerja Keimigrasian Banten, Fokus Penguatan Pengawasan dan Pelayanan Publik

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:25 WIB

Badan Pemulihan Aset Lelang Kembali Kapal Tanker MT Arman 114 Beserta Muatan Light Crude Oil di Batam

Berita Terbaru