Suararakyat.info.Jakarta- Ramadhan telah tiba, dan salah satu tradisi yang tidak pernah terlewatkan saat berbuka puasa adalah menyantap buah kurma. Buah manis yang berasal dari Timur Tengah ini bukan hanya sekadar makanan pembuka, tetapi juga memiliki nilai religi yang tinggi karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW dalam sunnahnya.
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbuka dengan kurma. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad menyebutkan:
“Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum shalat. Jika tidak ada kurma, maka beliau berbuka dengan air.” (HR. Abu Dawud No. 2356, Ahmad No. 12676)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim juga menegaskan bahwa berbuka dengan kurma merupakan kebiasaan Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang mempunyai kurma, hendaknya berbuka dengan kurma, dan barang siapa yang tidak memilikinya, maka hendaknya berbuka dengan air, karena air itu suci.” (HR. Bukhari No. 1851, Muslim No. 1095)
Hadis-hadis ini menjadi dasar bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menjadikan kurma sebagai menu wajib saat berbuka puasa. Selain mengikuti sunnah, kurma juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sangat baik bagi tubuh setelah seharian berpuasa.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kurma
Kurma dikenal sebagai sumber energi yang cepat diserap oleh tubuh. Dengan kandungan gula alami seperti fruktosa dan glukosa, kurma membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah tubuh kehilangan banyak cairan dan nutrisi selama puasa.
Beberapa manfaat utama kurma berdasarkan penelitian kesehatan meliputi:
- Mengembalikan Energi dengan Cepat
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, kurma mengandung karbohidrat alami yang mudah dicerna sehingga membantu tubuh mendapatkan energi secara instan. - Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kurma kaya akan serat makanan, yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit selama bulan puasa (Journal of Nutrition and Food Sciences, 2014). - Menstabilkan Gula Darah
Studi yang diterbitkan dalam Nutrition Journal menunjukkan bahwa meskipun kurma memiliki rasa manis, indeks glikemiknya cukup rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. - Meningkatkan Imunitas
Kurma mengandung vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, serta zat besi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama menjalani ibadah puasa (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2013).
Tradisi Kurma di Indonesia
Di Indonesia, kurma menjadi salah satu makanan yang banyak dicari menjelang bulan Ramadhan. Pasar tradisional hingga supermarket modern menyediakan berbagai jenis kurma, mulai dari kurma Ajwa yang dikenal sebagai “kurma Nabi,” hingga kurma Medjool yang memiliki tekstur lembut dan rasa lebih manis.
Permintaan terhadap kurma biasanya meningkat tajam saat Ramadhan, dengan berbagai varian dan harga yang disesuaikan dengan kualitasnya. Selain dikonsumsi langsung, kurma juga sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti susu kurma, kolak kurma, dan campuran dalam kue-kue khas Ramadhan.
Kesimpulan
Mengonsumsi kurma saat berbuka bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang memiliki manfaat spiritual dan kesehatan. Dengan segudang manfaatnya, kurma menjadi makanan yang wajib ada di meja makan umat Muslim selama bulan suci Ramadhan.
Dengan semakin dekatnya waktu berbuka puasa, sudahkah Anda menyiapkan kurma hari ini?
(Red)














