Pabrik Sritex Resmi Tutup Total, Lebih dari 10.000 Karyawan Terkena PHK

- Penulis

Sabtu, 1 Maret 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukoharjo– Dunia industri tekstil Indonesia kembali berduka. PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1966, resmi menutup operasionalnya per 1 Maret 2025. Akibat kebangkrutan ini, sebanyak 10.969 karyawan harus menerima kenyataan pahit terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Penutupan pabrik ini merupakan hasil keputusan Pengadilan Negeri (PN) Semarang dalam rapat kreditur yang berlangsung pada Jumat (28/2/2025). Dalam sidang tersebut, hakim memutuskan bahwa perusahaan tidak memiliki kelangsungan usaha (going concern), sehingga harus dinyatakan pailit.

Sritex sebelumnya telah menghadapi berbagai tekanan keuangan yang bermula dari status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Gugatan dari salah satu krediturnya, PT Indo Bharat Rayon, menjadi awal dari keterpurukan perusahaan. Seiring dengan memburuknya kondisi keuangan, perusahaan semakin sulit bertahan, hingga akhirnya tidak mampu membayar kewajiban utangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahkamah Agung telah menolak kasasi yang diajukan Sritex, dan meskipun perusahaan mencoba melawan status pailit melalui upaya hukum Peninjauan Kembali serta mencari investor strategis, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dengan tidak adanya solusi penyelamatan, Sritex pun akhirnya harus menutup semua operasionalnya secara permanen.

Jumat, 28 Februari 2025, menjadi hari terakhir ribuan pekerja Sritex menjalankan tugas mereka di pabrik yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian. Sejak Sabtu (1/3/2025), mereka resmi tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo, Sumarno, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan hak-hak karyawan tetap terpenuhi. “Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan untuk memastikan pesangon dan hak-hak lain karyawan diberikan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sritex memastikan bahwa perusahaan akan berusaha memenuhi hak-hak karyawan, meskipun dalam kondisi keuangan yang sulit. Namun, ribuan pekerja kini harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus mencari sumber penghidupan baru di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

READ  Polisi Berantas Premanisme di Kawasan Industri, Tiga Pelaku Diamankan

Sebagai salah satu pemain utama dalam industri tekstil nasional, tutupnya Sritex menimbulkan dampak besar, tidak hanya bagi para karyawan yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga bagi sektor tekstil dan garmen di Indonesia.

Sritex sebelumnya dikenal sebagai pemasok utama berbagai produk tekstil, termasuk untuk seragam militer dan ekspor ke berbagai negara. Dengan kebangkrutan ini, rantai pasokan industri tekstil nasional bisa terganggu, dan beberapa mitra bisnis yang bergantung pada Sritex mungkin akan terdampak.

Ekonom industri tekstil, Budi Santoso, menyatakan bahwa kebangkrutan Sritex mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri tekstil dalam beberapa tahun terakhir, termasuk persaingan dengan produk impor, perubahan tren pasar global, serta fluktuasi harga bahan baku.

“Kasus Sritex menjadi peringatan bagi industri tekstil nasional untuk semakin adaptif dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah juga perlu lebih memperhatikan regulasi dan kebijakan untuk mendukung industri dalam negeri,” jelas Budi.

Meskipun penutupan Sritex menjadi pukulan besar bagi industri tekstil, ada harapan bahwa mantan karyawan dapat segera mendapatkan pekerjaan baru. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait diharapkan bisa membantu dalam pelatihan keterampilan dan pencarian pekerjaan bagi para pekerja yang terdampak.

Selain itu, kebangkrutan Sritex juga menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengevaluasi kebijakan serta strategi dalam menghadapi tantangan di sektor tekstil. Dengan langkah yang tepat, diharapkan industri tekstil nasional tetap bisa bertahan dan berkembang di masa depan.

Kini, ribuan mantan pekerja Sritex harus menghadapi babak baru dalam hidup mereka, sementara industri tekstil nasional harus mencari cara untuk tetap bersaing di tengah berbagai tantangan global.

 

Sumber: Editor.id/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Mulai Dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari
Dorongan Material Kembali Tiba, Satgas TMMD ke-128 Kejar Target Pembangunan Fisik
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Panglima Koarmada III Soroti Dampak Konflik Iran–AS–Israel, Dorong Modernisasi Alutsista TNI AL
Koarmada III Raih Dua Penghargaan di Rakernisku TNI AL 2026, Perkuat Tata Kelola Keuangan
Bentuk Solidaritas Ketua, Anggota & PUK SP RTMM SPSI PT Diamond Cold Storage–Sukanda Djaya Menguat di May Day 2026, Dihadiri Presiden Prabowo Subianto
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:54 WIB

Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Mulai Dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:52 WIB

Dorongan Material Kembali Tiba, Satgas TMMD ke-128 Kejar Target Pembangunan Fisik

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:50 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:10 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:52 WIB

Panglima Koarmada III Soroti Dampak Konflik Iran–AS–Israel, Dorong Modernisasi Alutsista TNI AL

Berita Terbaru