SUARARAKYAT.info || GARUT— Suasana pagi yang cerah dengan udara sejuk khas pegunungan menyelimuti wilayah Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Minggu (17/5/2026). Di bawah kaki Gunung Sadakeling yang hijau dan asri, aktivitas masyarakat mulai berjalan seperti biasa. Di tengah suasana penuh ketenangan tersebut, tampak sosok sederhana namun akrab bagi masyarakat, yakni seorang prajurit TNI AL bernama Kopral Kepala Irvan.
Kehadiran Kopral Irvan di tengah masyarakat bukan sekadar kunjungan biasa. Sosok yang pernah berdinas sebagai Babinpotmar (Bintara Pembina Potensi Maritim) di Posmat Cidaun, Cianjur Selatan itu dikenal luas memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Karakter humanis, sederhana, dan penuh kepedulian menjadikannya sosok yang selalu diterima di berbagai kalangan.
Sejak dahulu, ketika masih aktif menjalankan tugas pembinaan wilayah pesisir selatan, Kopral Irvan dikenal rutin melaksanakan kegiatan monitoring wilayah dan komunikasi sosial atau komsos. Aktivitas tersebut bukan hanya bagian dari tugas kedinasan semata, melainkan sudah menjadi bagian dari prinsip hidup yang terus ia pegang hingga sekarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Wanakerta, Kopral Irvan kembali menunjukkan kebiasaannya yang tak pernah berubah. Ia menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat, warga setempat, serta sejumlah sesepuh desa. Dengan gaya santai namun penuh penghormatan, ia berdialog, mendengar berbagai cerita kehidupan masyarakat, hingga berbincang mengenai kondisi sosial dan kebersamaan warga di lingkungan pedesaan.
Menurut sejumlah warga, Kopral Irvan merupakan figur prajurit yang berbeda. Ia tidak membatasi diri dengan status ataupun jabatan. Sikapnya yang ramah dan mudah bergaul membuat masyarakat merasa dekat tanpa ada jarak.
“Beliau orangnya kalem, santun dan mudah berbaur. Walaupun seorang anggota TNI, tapi sangat dekat dengan masyarakat kecil. Bahkan sering membantu dan membela warga ketika ada persoalan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Desa Wanakerta.
Selama bertugas di wilayah selatan Cianjur, nama Kopral Irvan memang cukup dikenal masyarakat pesisir. Banyak warga mengaku merasa kehilangan ketika dirinya dipindahtugaskan dari wilayah tersebut. Kedekatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun membuat sosoknya masih dikenang hingga saat ini.
Bagi Kopral Irvan, menjaga hubungan baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan. Filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pegangan yang terus ia tanamkan dalam setiap perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Kebiasaan menjalin komunikasi sosial dinilai menjadi salah satu cara efektif mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat. Di tengah kondisi sosial yang terus berkembang, kehadiran figur humanis seperti Kopral Irvan dianggap mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah lingkungan masyarakat.
Selain dikenal tegas dalam prinsip, Kopral Irvan juga dikenal memiliki jiwa petualang dan semangat sosial tinggi. Ia kerap mengunjungi berbagai daerah, menjalin silaturahmi, serta membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Silaturahmi yang dilakukan di Desa Wanakerta tersebut pun menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masih terus hidup di tengah masyarakat. Sosok sederhana seperti Kopral Irvan menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada rakyat tidak selalu harus dilakukan melalui tugas formal, tetapi juga lewat perhatian, kedekatan, dan kepedulian nyata kepada sesama.
Di tengah hijaunya alam Garut dan kesejukan kaki Gunung Sadakeling, langkah kecil seorang prajurit dalam menjaga hubungan kemanusiaan kembali meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang ditemuinya.
Penulis : Irv
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














