SUARARAKYAT.info || Selatpanjang Timur — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti peringatan Syawal ke-5 yang jatuh pada Rabu (25/03/2026), ketika Ikatan Keluarga Besar Haji Abdul Aziz (IKBHAZ) kembali menggelar tradisi tahunan halalbihalal. Acara yang sarat makna ini berlangsung di kediaman Ibuk Zuriana Muhammad, di Jalan Pramuka, dan dihadiri ratusan anggota keluarga lintas generasi.
Momentum halalbihalal tersebut menjadi ruang pertemuan yang bukan sekadar seremonial, melainkan juga pengikat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam keluarga besar keturunan almarhum Haji Abdul Aziz bin Ibrahim. Dengan mengusung semangat “Menggapai Ridho Allah melalui Ampunan Orang Tua,” kegiatan ini menjadi refleksi penting akan makna Idulfitri sebagai sarana kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur.
Sejak siang hari, suasana meriah mulai terasa. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua tampak hadir mengenakan pakaian adat Melayu yang kental akan nuansa budaya dan identitas. Kehadiran keluarga tidak hanya berasal dari wilayah Kepulauan Meranti, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Kabupaten Siak, Karimun, Batam, Malaysia, hingga Pulau Merbau. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang melampaui batas geografis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua panitia, Haji Hamzah Ahmad yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh saudara Umarul Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah SWT.
“Alhamdulillah, kita panjatkan syukur ke hadirat Allah SWT. Tahun ini kita kembali dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah nikmat luar biasa—nikmat berkumpul, nikmat bersilaturahmi. Kita tidak hanya merayakan kebahagiaan Lebaran, tetapi juga mengenang mereka yang telah mendahului kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa halalbihalal bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang penting untuk memperkenalkan generasi muda terhadap akar keluarganya. Dalam konteks modern, di mana jarak dan kesibukan kerap menjadi penghalang, kegiatan seperti ini menjadi jembatan untuk memperkuat identitas dan solidaritas keluarga.
“Ini kesempatan bagi anak-anak kita untuk saling mengenal lebih dekat. Tidak hanya mengenal nama, tetapi juga memahami sejarah dan nilai-nilai keluarga. Semoga tahun depan kita bisa kembali berkumpul dengan jumlah yang lebih lengkap,” tambahnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Wirda Ningsih yang menambah suasana khidmat. Selanjutnya, tausiyah agama disampaikan oleh Ustad Asep Daruttauhid yang mengangkat tema pentingnya menjaga ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa silaturahmi merupakan amalan yang memiliki dimensi dunia dan akhirat. Selain memperpanjang umur dan melapangkan rezeki, menjaga hubungan kekeluargaan juga menjadi bagian dari upaya meraih ridho Allah SWT.
“Jangan sampai hubungan keluarga terputus hanya karena kesalahpahaman atau ego. Halalbihalal adalah momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memperkuat kasih sayang,” pesannya.
Usai tausiyah, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan kekayaan budaya Melayu, seperti penampilan tarian tradisional yang dibawakan oleh generasi muda keluarga. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan berhidang bersama tradisi khas Melayu yang sarat nilai kebersamaan serta sesi salam-salaman sebagai simbol saling memaafkan.
Kegiatan IKBHAZ ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol hidupnya nilai-nilai kekeluargaan di tengah arus modernisasi. Dalam suasana yang penuh kehangatan, halalbihalal ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Di tengah dunia yang semakin individualistis, tradisi seperti ini menjadi oase menghidupkan kembali makna kebersamaan, memperkuat ikatan batin, serta menanamkan nilai luhur kepada generasi penerus agar tetap berakar pada budaya dan ajaran agama.
Penulis : Umarul
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














