SUARARAKYAT.info|| Sukabumi-Dapur SPPG Berkah di bawah naungan Yayasan Merah Putih menegaskan komitmennya tidak hanya pada kualitas produksi, tetapi juga pada perlindungan para relawan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Lapangan Dapur SPPG Berkah, Ahmad Aidil Anwar.
Menurut Ahmad, seluruh proses operasional dapur mulai dari penerimaan barang, Quality Control (QC), hingga pendistribusian dilakukan dengan ketat mengikuti SOP yang ditetapkan oleh BGN.
Ia menegaskan bahwa standar mutu merupakan hal yang tidak dapat ditawar.
“Setiap proses kegiatan di SPPG Berkah harus berjalan baik dan lancar. Mulai dari barang masuk, QC, hingga pendistribusian, semuanya kami jalankan sesuai SOP BGN,” ujarnya, Senin (24/11/2025)
Selain memastikan kualitas produksi, Ahmad menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak relawan menjadi mandat yang terus dijaga. Salah satu yang paling ditekankan adalah kepesertaan relawan dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menyebutkan bahwa kewajiban tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 10 Tahun 2003 yang diperbarui melalui Undang-Undang Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023. Atas dasar itu, seluruh relawan di dapur SPPG Berkah diwajibkan terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“BPJS Ketenagakerjaan sangat penting karena menjadi payung perlindungan bagi relawan. Dalam setiap pekerjaan selalu ada risiko, dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka memiliki perlindungan yang kuat,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 45 relawan Dapur SPPG Berkah telah resmi terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Selain penguatan perlindungan relawan, pengawasan mutu pangan juga dilakukan secara ketat. Ahmad menegaskan bahwa barang yang tidak memenuhi standar akan langsung ditolak.
“Barang-barang yang masuk harus berkualitas tinggi. Jika ada bahan yang tidak layak produksi, akan kami rejek. Kami pastikan dapur ini berjalan sesuai instruksi BGN,” katanya.
Lingkungan kerja yang higienis juga menjadi perhatian utama. Ia memastikan seluruh area dapur, termasuk sudut-sudut ruang produksi, harus steril dan memenuhi standar kebersihan.
“Proses produksi harus berkualitas, terutama dari aspek kebersihan. Semua area dapur saya pastikan steril,” tandasnya.
(Prim RK)














