SUARARAKYAT.info||Buru —Keteladanan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari seberapa keras ia menegakkan hukum, tetapi juga dari kelembutan hatinya dalam merangkul masyarakat. Sosok inilah yang tercermin dalam diri AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., Kapolres Buru yang dikenal luas sebagai figur pemimpin berhati nurani dan memiliki sifat keibuan dalam memimpin.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan penegakan hukum di Kabupaten Buru, Kapolres Sulastri tetap menunjukkan kinerja yang konsisten, tegas, namun penuh empati. Tak hanya menegakkan aturan, beliau juga merangkul masyarakat dengan kasih dan perhatian, sehingga menciptakan suasana keamanan dan kedamaian yang dirasakan bersama.
Pemuda adat Kabupaten Buru memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan ketulusan Kapolres Sulastri dalam menjalankan tugas. Mereka menilai, di tangan beliau, berbagai persoalan besar seperti kasus pencurian, pembunuhan, hingga peredaran narkoba, mampu ditangani dengan langkah-langkah bijaksana dan terukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ibu Kapolres Buru memimpin dengan hati seorang ibu. Langkah-langkah beliau selalu mempertimbangkan sisi kemanusiaan, bukan hanya aturan semata. Itulah yang membuat kami kagum dan hormat,” ujar salah satu perwakilan pemuda adat kepada media ini, Selasa (28/10/2025).
Lebih lanjut, para pemuda adat juga menilai bahwa sosok AKBP Sulastri Sukidjang adalah contoh nyata pemimpin perempuan yang kuat dan berintegritas. Walau di tengah derasnya isu dan pemberitaan negatif di media sosial, beliau tetap hadir di tengah masyarakat tanpa jarak, mendengar, dan menenangkan.
“Belakangan banyak berita yang mencoba menyudutkan beliau. Tapi kami, para pemuda adat, justru melihat sisi lain. Beliau tetap teguh, tetap tersenyum, dan terus bekerja untuk rakyat. Itu bukti jiwa besar dan ketulusan seorang pemimpin sejati,” tambah Jhon, salah satu tokoh pemuda adat Pulau Buru.
Dalam pandangan para pemuda adat, keberhasilan Kapolres Sulastri bukan hanya soal prestasi operasional, tetapi juga karena kemampuannya menjalin sinergi lintas elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh kep Soa, hingga generasi muda. Pendekatan yang humanis dan terbuka ini membuat masyarakat merasa dilibatkan dan dipercaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini menjadi saat yang tepat bagi para pemuda adat untuk menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan mereka terhadap sosok pemimpin yang mampu menghadirkan kesejukan dan kedamaian di Buru.
“Kami para pemuda dari Sabang sampai Merauke, khususnya dari Pulau Buru, siap terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, terutama Ibu Kapolres, demi menjaga Kamtibmas dan mewujudkan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang sejati,” tegas Jhon menutup pernyataannya.
Dengan gaya kepemimpinan yang mengedepankan hati nurani, keberanian, dan keibuan, AKBP Sulastri Sukidjang tak hanya menjadi pemimpin di atas kertas, tetapi juga “ibu” bagi masyarakat Buru sosok yang hadir, mengayomi, dan memberi teladan tentang arti pengabdian yang sesungguhnya.
(Jhon)














