FJPI PBD Ulurkan Kepedulian untuk Bayi Pithen, Penderita Hidrosefalus dan Jantung Bocor

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong Papua Barat Daya — Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan nasional, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Papua Barat Daya menyalakan cahaya kemanusiaan melalui aksi nyata bagi seorang bayi tak berdosa yang sedang berjuang melawan dua penyakit berat: hidrosefalus dan jantung bocor.

Pada Rabu (10/9/2025), sejumlah jurnalis perempuan dari FJPI mengunjungi Rumah Sakit Sele Be Solu, Kota Sorong, tempat bayi Pithen Welerubun—baru berusia 3 bulan 2 minggu—dirawat dalam kondisi yang kian memprihatinkan. Bayi mungil itu, yang seharusnya tengah menikmati masa tumbuh kembang, kini harus berjuang antara hidup dan mati di bawah alat bantu medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FJPI Papua Barat Daya, Fauzia, menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap sesama—khususnya bagi mereka yang rentan dan kurang mendapat perhatian.

“Kami tergerak setelah mendapat kabar dari salah satu anggota tentang kondisi adik Pithen. Saat kami tiba di rumah sakit, kami melihat langsung bagaimana ia terbaring lemah, kepalanya terus membesar, dan ia memerlukan penanganan yang lebih lanjut di luar daerah. Hati kami benar-benar tersentuh,” ungkap Fauzia dengan suara parau.

Menurut penuturan keluarga dan tenaga medis, kondisi Pithen memerlukan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap di luar Sorong. Namun, keterbatasan biaya dan minimnya perhatian dari pemerintah membuat harapan itu seolah menjauh.

“Biaya rujukan itu sangat besar. Keluarga jelas tidak sanggup. Kami dari FJPI hanya bisa memberikan sedikit bantuan. Nilainya mungkin tak seberapa, tapi semoga ini bisa menjadi awal bagi pihak-pihak lain untuk ikut membantu,” tambah Fauzia.

Lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran para jurnalis perempuan itu memberi kehangatan emosional bagi keluarga Pithen, yang selama ini merasa seolah berjuang sendirian dalam sunyi. Fauzia pun menyerukan agar pemerintah segera turun tangan.

READ  Misteri SKTJM di Inhil: ASN Wajib Ganti Rugi Ratusan Juta, Inspektorat Mengaku Tak Tahu Pemegangnya

“Kami melihat langsung penderitaannya. Kami menangis bersama orang tuanya. Anak ini harus diselamatkan. Pemerintah dan siapa pun yang punya kemampuan, mohon bantu adik Pithen,” tegasnya.

Tangis pun pecah saat Deviana, ibu dari Pithen, menyambut rombongan FJPI. Dengan mata sembab dan suara lirih, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang selama ini dinantikannya.

“Ini bantuan pertama yang kami terima sejak anak saya sakit. Terima kasih kepada ibu-ibu jurnalis dari FJPI. Kalian datang saat kami benar-benar butuh dukungan. Saya hanya ingin anak saya sembuh,” tutur Deviana sambil menggendong bayi mungilnya.

Kondisi keluarga Pithen kian terhimpit. Deviana bercerita bahwa sang suami juga sedang sakit karena tertembak saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, menambah beban di tengah derita yang sudah berat.

“Kami benar-benar sendiri. Tidak ada perhatian dari pemerintah, bahkan untuk sekadar bertanya kondisi anak saya pun tidak ada. Saya mohon, tolonglah anak saya,” ucapnya dengan harap penuh luka.

Kisah bayi Pithen Welerubun adalah potret nyata tentang bagaimana kemiskinan dan keterbatasan layanan kesehatan masih menjadi tembok tinggi bagi warga yang menderita. Melalui aksi kecil namun penuh makna dari FJPI Papua Barat Daya, semangat kepedulian sosial kembali digaungkan.

Kini, semua mata dan hati diharapkan terbuka. Bantuan tidak hanya ditunggu dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas yang masih memiliki empati. Karena bagi bayi sekecil Pithen, setiap detik berarti.

Jika bukan sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita, siapa lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah
Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas
Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba, Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Penyuluhan di SD Inpres 62 Asai
CFD & CFN Bengkalis Digelar, GWN Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:45 WIB

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:17 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:23 WIB

Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas

Berita Terbaru