SUARARAKYAT.info||Cianjur–Suasana penuh khidmat menyelimuti pesisir Citihuk, kawasan Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Selatan pada Senin malam (25/08/2025). Dalam semilir angin laut yang berhembus tenang, prajurit TNI Angkatan Laut dari Babin Posmat Cidaun, Posal Ujung Genteng, Lanal Bandung, bersama para tokoh adat dan kesepuhan setempat, melangsungkan kegiatan tawasul dan doa bersama sebagai wujud syukur atas segala rahmat serta perlindungan Allah SWT.
Acara yang digelar sederhana namun penuh makna ini menjadi momen silaturahmi antara aparat pertahanan negara dengan masyarakat adat pesisir. Kehadiran unsur militer dan kesepuhan adat dalam satu majelis doa seakan menegaskan bahwa pertahanan bangsa tidak hanya berdiri pada kekuatan senjata, tetapi juga berakar pada doa, kearifan lokal, serta restu leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, Kopka Al Irvan, selaku Babin Posmat Cidaun, tampil sebagai salah satu narasumber yang memberikan sambutan hangat. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah pesisir, mengingat kawasan pantai Jayanti dan Cianjur Selatan adalah garis terdepan pertahanan maritim sekaligus sumber penghidupan masyarakat nelayan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Syukur adalah kekuatan, dan doa adalah benteng. TNI AL bersama masyarakat tidak hanya menjaga laut dari ancaman luar, tapi juga menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur kita. Semoga sinergi ini terus terjaga,” ujar Kopka Al Irvan.
Sementara itu, Abah Ijan, salah satu tokoh kesepuhan Jayanti yang sudah lama dikenal sebagai penjaga kearifan lokal di pesisir, turut memberikan petuah. Ia menekankan bahwa laut bukan sekadar tempat mencari rezeki, melainkan juga warisan yang harus dijaga bersama dengan penuh tanggung jawab. Dengan suara penuh wibawa, Abah Ijan mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar tradisi dan tetap menghormati alam.
Di sisi lain, Mak Wati, istri dari Abah Ijan, turut hadir sebagai narasumber. Ia membagikan kisah perjalanan hidup bersama sang suami dalam menjaga adat, nilai kebersamaan, dan menguatkan spiritualitas masyarakat pesisir. Kehadirannya memberi sentuhan kelembutan sekaligus mempertegas bahwa peran perempuan dalam menjaga harmoni adat dan keluarga pesisir sangatlah penting.
Doa bersama dan tawasul malam itu berlangsung khusyuk, dengan lantunan ayat suci, dzikir, dan shalawat yang menggema diiringi debur ombak. Para hadirin menundukkan kepala, memohon keselamatan, keberkahan rezeki, serta perlindungan bagi negeri, khususnya bagi wilayah pesisir Cianjur Selatan.
Acara ini tidak hanya menjadi perwujudan rasa syukur, tetapi juga sarana memperkuat ikatan antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat adat. Dalam suasana penuh persaudaraan, para peserta menutup kegiatan dengan ramah tamah sederhana, berbagi hidangan laut hasil tangkapan nelayan setempat.
Harmoni antara aparat negara dan kesepuhan adat di pesisir Jayanti malam itu meninggalkan kesan mendalam. Sebuah bukti nyata bahwa kekuatan bangsa tumbuh dari doa, kebersamaan, dan rasa syukur yang tulus.
(Cep Toto)














