SUARARAKYAT.info||Sukabumi- Pagi itu, Sukabumi masih berkabut tipis ketika deru mesin Honda ADV mulai menyalakan semangat. Di antara cahaya matahari yang malu-malu menembus dedaunan, komunitas Honda ADV Chapter Sukabumi bersiap memulai perjalanan panjang menuju Sawarna, Banten. Bukan hanya touring biasa, tapi sebuah kisah perjalanan penuh romantika tentang persaudaraan, tentang cinta pada kebebasan, dan tentang rindu pada hamparan laut yang luas.minggu (24/8/2025)

Di titik kumpul SPBU warungkiara, tatapan mata para rider seolah sama: rindu pada jalanan yang berliku, rindu pada petualangan. Jaket hitam mereka basah oleh embun, namun senyum yang mengembang menularkan rasa hangat. Ketika gas diputar dan ban mulai berputar, jalanan pun seperti sebuah panggung yang menanti kisah baru dituliskan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rute yang dipilih adalah jalur selatan, penuh dengan tikungan mesra, tanjakan curam yang menggoda adrenalin, dan turunan yang membuat jantung berdebar. Setiap kelokan jalan serasa sebuah puisi yang dibacakan perlahan oleh alam. Sawah hijau, pepohonan tinggi yang melambai, hingga aroma tanah basah setelah hujan semalam, semuanya seperti menuntun para rider pada sebuah janji: bahwa setiap perjalanan selalu menyimpan cerita yang tak pernah usang.

Di tengah perjalanan, mereka berhenti di sebuah warung kecil di pinggir jalan. Kopi hitam diseruput perlahan, bercampur dengan tawa yang pecah ketika satu sama lain berbagi cerita kocak—tentang motor yang sempat ngadat di tanjakan, atau tentang helm yang jatuh terburu-buru ketika parkir. Namun di balik tawa itu, ada getar yang lebih dalam: rasa kebersamaan yang tulus, seperti saudara yang dipersatukan oleh roda dua.

Saat akhirnya tiba di Pantai Sawarna, seluruh lelah terasa luruh. Debur ombak menyambut dengan suara yang romantis, seperti bisikan rindu yang lama ditunggu. Pasir putih yang halus menjadi tempat mereka menapakkan kaki, sementara cahaya matahari sore memantulkan kilau emas di permukaan laut. Beberapa anggota berlari ke tepi pantai, membiarkan angin laut memeluk tubuh mereka yang penat.
Ada yang duduk diam menatap cakrawala, seolah mencari jawaban atas rindu yang dibawa angin. Ada yang saling bercanda sambil berfoto, membuat kenangan yang tak lekang oleh waktu. Dan ada pula yang hanya diam, menikmati detik demi detik, seolah mengerti bahwa keindahan sejati tidak perlu banyak kata.

Ketika matahari perlahan tenggelam, suasana menjadi semakin syahdu. Siluet para rider dengan motor ADV mereka, berdiri di tepi pantai dengan latar langit jingga, seolah melukiskan sebuah lukisan romantis: tentang cinta pada perjalanan, tentang rindu yang dititipkan pada jalan, dan tentang kebersamaan yang tak bisa dibeli.
Touring kali ini bukan sekadar perjalanan dari Sukabumi ke Sawarna. Ia adalah cerita tentang hati yang berani menempuh jauh demi kebersamaan. Ia adalah puisi tentang roda yang berputar, tentang angin yang membawa pesan, dan tentang laut yang menyimpan rahasia.

“Di jalan, kita belajar arti sabar. Di pantai, kita belajar arti rindu. Dan dalam kebersamaan ini, kita belajar arti cinta yang sesungguhnya,” ucap Dasoet salah satu rider dengan mata berbinar, menatap ombak yang terus berkejaran.
Malam pun tiba, meninggalkan cerita yang akan terus hidup di ingatan. Touring Honda ADV Chapter Sukabumi ke Sawarna akan selalu dikenang bukan hanya sebagai perjalanan, tapi sebagai kisah romantis di atas aspal, yang ditutup dengan debur ombak penuh cinta.
(Hs)














