Suararakyat.info.Cianjur– Sinergi lintas instansi kembali terjalin di wilayah pesisir selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun. Dalam semangat silaturahmi dan penguatan potensi kelautan lokal, TNI Angkatan Laut melalui Babinpotmar (Bintara Pembina Potensi Maritim) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat melakukan pertemuan dan peninjauan lokasi di kawasan kerja Satpel PP (Satuan Pelayanan Pelabuhan Perikanan) Jayanti.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pelabuhan Jayanti, RT 02 RW 10, Desa Cidamar, menjadi bagian dari rangkaian koordinasi awal untuk menyambut rencana pembangunan pelabuhan perikanan di wilayah selatan Cidaun. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kopral Kepala AL Irvan, Babinpotmar Ujung Genteng Posmat Cidaun Lanal Bandung, yang menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami merasa sangat bersyukur dan menyambut baik kedatangan rekan-rekan dari DLH Provinsi Jabar. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi, sekaligus menyelaraskan data dan verifikasi lokasi guna menyambut pembangunan pelabuhan perikanan di selatan Cidaun,” ujar Kopka AL Irvan.(16/7/2025)
Menurutnya, kehadiran DLH dalam agenda ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek lingkungan hidup turut menjadi perhatian dalam rencana pembangunan. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap kawasan yang nantinya akan menjadi lokasi pembangunan pelabuhan ikan.
Dari pihak Satpel Pelabuhan Perikanan Jayanti, harapan besar disampaikan agar proses pembangunan dapat segera terealisasi. Pembangunan pelabuhan ini dinilai sangat krusial bagi masyarakat nelayan di wilayah selatan Cianjur, khususnya di pesisir Jayanti yang selama ini mengandalkan aktivitas perikanan sebagai sumber utama penghidupan.
DLH Provinsi Jawa Barat juga menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan komitmen mereka dalam mendukung percepatan pembangunan pelabuhan, selama tetap menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Langkah-langkah mitigasi lingkungan akan menjadi bagian dari perencanaan teknis yang disiapkan ke depan.
“Harapan kami semua adalah bagaimana pembangunan ini dapat berjalan cepat dan tepat, sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ungkap salah satu perwakilan DLH.
Kopka AL Irvan menambahkan, sebagai Babinpotmar yang bertugas membina potensi maritim di wilayah kerja Posmat Cidaun, pihaknya melihat pembangunan pelabuhan ini bukan hanya soal infrastruktur semata, namun sebagai momentum untuk mengangkat harkat ekonomi masyarakat nelayan. Ia menyebut nelayan sebagai barometer utama kekuatan maritim bangsa.

“Nelayan adalah ujung tombak dan garda depan kekuatan maritim Indonesia. Kehadiran pelabuhan yang layak dan representatif akan memberikan semangat baru, meningkatkan daya saing nelayan, serta menjadi percontohan bagi daerah pesisir lainnya. Ini juga bentuk nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat pesisir,” tegasnya.
Kolaborasi antara TNI AL, DKP, DLH dan Satpel Pelabuhan Perikanan Jayanti ini diharapkan menjadi fondasi awal menuju pembangunan pelabuhan yang profesional, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat nelayan di Jayanti dan sekitarnya. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan turut mendukung langkah-langkah ini dengan penganggaran dan kebijakan yang berpihak pada kemajuan pesisir selatan Jawa Barat.
(Cep Toto)














