BPJS Sorong Matangkan Persiapan Paritrama Award dan Evaluasi Perlindungan Sosial Pekerja di Papua Barat Daya

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Sorong, Papua Barat Daya —
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sorong bersama pemerintah daerah se-Provinsi Papua Barat Daya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Paritrama Award 2024 serta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang mencakup seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sorong, Iguh Bimanturoyudo, dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (25/6/2025) di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Sorong Manoi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kolaboratif untuk mendorong perlindungan menyeluruh kepada seluruh pekerja formal dan informal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paritrama Award ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk apresiasi terhadap daerah yang aktif melindungi para pekerjanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Evaluasi juga penting agar cakupan universal di Papua Barat Daya bisa tercapai sesuai target nasional,” ujar Iguh.

Pada tahun sebelumnya, Provinsi Papua Barat Daya mengalokasikan anggaran sebesar Rp60.000 per pekerja. Tahun ini, alokasinya meningkat menjadi Rp77.500, mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hingga saat ini, sudah tercatat sekitar 33.000 pekerja di wilayah Papua Barat Daya yang tercakup dalam program ini, termasuk pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, ojek online, pedagang kaki lima, dan mama-mama Papua. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya fokus pada pencapaian kuantitas, namun juga terus melakukan rekonsiliasi data dengan Pemda agar cakupan peserta benar-benar akurat dan tepat sasaran.

“Kami rutin berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pekerja yang terdaftar aktif dan bukan fiktif. Misalnya, bagi peserta yang meninggal, data mereka langsung dihapus dan tidak dimasukkan lagi dalam anggaran tahun berikutnya,” jelas Iguh.

READ  Dansatgas TMMD ke-127 TH. 127 Kodim Kediri Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Desa Gadungan

Program ini juga menekankan perlunya dasar hukum yang kuat dalam penganggaran, serta perhitungan yang jelas dan transparan. Besaran iuran saat ini ditetapkan sebesar Rp16.800 per orang per bulan, yang kemudian dikalikan dengan dua jenis perlindungan dasar (jaminan kecelakaan kerja dan kematian), dikali 12 bulan, lalu dikalikan jumlah peserta yang diusulkan oleh masing-masing Pemda.

Menurut Iguh, tantangan utama dalam pelaksanaan program ini adalah perbedaan kapasitas fiskal antar daerah. Namun demikian, ia berharap setiap kabupaten/kota dapat terus mengalokasikan anggaran secara progresif setiap tahunnya.

Sebagai badan penyelenggara, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya bertindak pasif, tetapi juga aktif mendorong daerah untuk menyusun perencanaan dan implementasi program yang terukur dan berdampak nyata.

“Inti dari perlindungan sosial ini adalah memastikan setiap pekerja, apa pun profesinya, mendapat jaminan keselamatan kerja dan santunan jika terjadi risiko. Untuk itu, penting bagi kita semua — pemerintah, masyarakat, dan BPJS — untuk terus berkomitmen dalam memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi yang semakin kuat antara BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah, diharapkan Papua Barat Daya dapat menjadi provinsi yang unggul dalam perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi kandidat kuat penerima Paritrama Award 2024.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembentukan Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Kelurahan Matamalagi, Wujud Komitmen Bersama Perangi Narkoba
Tegas Namun Humanis: Polsek Tarokan Jaga “Benteng Barat” Kediri Tetap Damai dan Kondusif 
Aksi Memukau Polisi Cilik Binaan Satlantas Polres Kediri Kota Sedot Perhatian Pengunjung CFD
Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur Melalui Ziarah di Tebuireng Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional
Pertama Digelar Polres Kediri, Pare Bhayangkara Run 2026 Disambut Antusias Ribuan Pelari
Langkah Pengabdian Satgas Yonif 2 Marinir, Menjaga Keamanan dan Membawa Kebahagiaan untuk Warga Enarotali Paniai
Kawal Asta Cita Presiden, Polsek Tarokan Pastikan Sektor Peternakan Aman dan Produktif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:31 WIB

Pembentukan Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Kelurahan Matamalagi, Wujud Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:35 WIB

Tegas Namun Humanis: Polsek Tarokan Jaga “Benteng Barat” Kediri Tetap Damai dan Kondusif 

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:26 WIB

Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur Melalui Ziarah di Tebuireng Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:22 WIB

Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:10 WIB

Pertama Digelar Polres Kediri, Pare Bhayangkara Run 2026 Disambut Antusias Ribuan Pelari

Berita Terbaru