Sorong, 18 Juni 2025 – Dalam rangka menjaga keberlangsungan ekosistem bawah laut Raja Ampat, BLUD Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat menggelar forum diskusi terbuka di Kota Sorong untuk mempresentasikan hasil survei lokasi titik mooring baru. Kegiatan ini merupakan langkah awal dari pemasangan 16 titik mooring baru sepanjang tahun ini.
Kepala UPTD BLUD, Syafri, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Distrik Navigasi dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan titik-titik mooring sesuai jalur aman dan tidak mengganggu habitat laut.
“Pemasangan mooring bukan hanya soal teknis, ini soal menyelamatkan masa depan laut kita,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari rencana tahun ini, enam titik akan disiapkan oleh BLUD sendiri, dua dari Komite Yusuf, dan delapan dari program konservasi lainnya. Titik-titik ini difokuskan di zona-zona padat aktivitas wisata kapal, seperti Rewind 1 dan Bioskop Reef.
Selain pemasangan mooring, pertemuan juga membahas pembatasan ukuran kapal di kawasan konservasi—hanya kapal di bawah 750 GT yang diizinkan. Dalam jangka panjang, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan jalur pelayaran resmi agar tidak lagi mengandalkan jalur liar yang merusak terumbu karang.
(LK)














