9 Bulan Pelaksanaan Program MBG: Dari 1 Miliar Porsi yang Dibagikan, 4.711 Sebabkan Gangguan Kesehatan

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Berdasar data Badan Gizi Nasional (BGN), tercatat ada 4.711 porsi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah menyebabkan kasus kejadian luar biasa (KLB) hingga gangguan pencernaan kepada penerima program hingga 22 September 2025.

“Jadi total catatan kami itu ada sekitar 4.711 porsi makan yang menimbulkan gangguan kesehatan,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam Konferensi Pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/09).

Dadan merinci, pembagian Program MBG terdiri dalam 3 wilayah. Wilayah I yang ada di Kepulauan Sumatera, terdapat 7 kasus keracunan dengan total korban 1.281 orang yang tersebar di tujuh satuan pelayanan dan pemenuhan gizi (SPPG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah korban terbanyak ada di SPPG Kota Bandar Lampung dengan 503 dari total 3.488 penerima MBG. Akibat kasus keracunan yang terjadi pada 28 Agustus 2025 lalu, 45 orang harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Wilayah II yang berada di Pulau Jawa dan sekitarnya, mengalami 27 kasus KLB akibat keracunan MBG dengan korban 2.606 orang. Kasus KLB terbanyak yang terjadi di wilayah II berada di SPPG Menes, Pandeglang, Banteng.

Terdapat 480 dari 3.907 orang penerima yang menjadi korban keracunan MBG. Meski demikian tidak ada orang yang harus dirawat di rumah sakit pasca KLB tersebut.

Wilayah III yang terdiri dari seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Maluku, Bali dan Nusa Tenggara mengalami 11 kasus KLB saat menerima dan mengonsumsi MBG. Akibatnya 824 orang harus menjadi korban akibat konsumsi MBG tersebut.

Terbaru KLB yang terjadi di SPPG Banggai, Kepulauan Tinangkung pada 17 September 2025. Terdapat 339 siswa yang keracunan akibat mengonsumsi MBG dan semuanya masih dalam perawatan oleh pihak rumah sakit akibat kasus tersebut.

Dadan mengatakan, KLB terjadi karena berbagai hal, misalnya karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum masih baru dan belum terbiasa memasak porsi banyak hingga mengganti supplier bahan baku.

READ  Menuju Perwira Unggul, Taruna Akpol Ikuti Latihan Menembak dan Pembinaan Profesionalisme di Kediri Kota

SPPG Banggai Kepulauan Tingangkung misalnya, kasus KLB terjadi lantaran dapur umum membeli ikan cakalang dari supplier baru. Akibatnya sebanyak 339 orang mengalami KLB gangguan pencernaan.

SPPG Banggai Kepulauan Tingangkung misalnya, kasus KLB terjadi lantaran dapur umum membeli ikan cakalang dari supplier baru. Akibatnya sebanyak 339 orang mengalami KLB gangguan pencernaan.

“Ini cukup spektakuler memang di Banggai. Nah ini SPPG-nya SPPG yang lama, jadi bukan SPPG baru, tetapi mitra mengganti suppliernya. Supplier yang lama yang biasa memasok cakalang, dan ikan cakalang sudah biasa dikonsumsi, tetapi kemudian mitra mengganti suppliernya dengan supplier baru, dan kemudian akhirnya terjadilah kejadian yang cukup besar,” ucap Dadan.

Oleh karenanya, ia meminta mitra dapur umum lebih hati-hati. Ia pun menyesalkan kejadian yang masih terjadi, padahal menargetkan nol kasus KLB. Adapun untuk SPPG baru, ia menyarankan agar memulai memasak dengan porsi kecil dahulu.

“SPPG baru kita minta agar memulai dengan jumlah kecil. Jadi mereka kalau punya daftar 3.500 orang (penerima MBG) tercakup dalam 20 sekolah, maka pada hari pertama-kedua mereka disarankan untuk melayani 2 sekolah dulu. Setelah mampu, baru naik sampai akhirnya 3.500,” imbuh Dadan.

Meski dilanda isu keracunan dari sejumlah penerima MBG, namun Dadan tetap optimis bahwa program flagship pemerintah tersebut dapat terus berjalan.

Selama 9 bulan pelaksanaannya, kata Dadan, BGN melalui Program MBG telah menyebarkan 1 miliar porsi MBG kepada seluruh anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.

“Perlu Anda ketahui bahwa sampai hari ini Badan Gizi Nasional sudah membuat satu miliar porsi makan jadi,” kata Dadan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Komisi III DPR RI: Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Motivasi Polri Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Transformasi Digital Polri Dirasakan Masyarakat, Survei Litbang Kompas Catat Peningkatan Kualitas Pelayanan
Survei Litbang Kompas: Masyarakat Nilai Pelayanan Polri Semakin Profesional dan Berkualitas
Duka di Balik Joran Merah: Pesan Menyentuh Kapolsek Tarokan Minta Orang Tua Dekap Erat dan Jaga Anak Saat Libur Sekolah
Jelang Hari Bhayangkara ke – 80 Polda Jatim Gelar Upacara Pemuliaan Nilai Luhur Tribrata
Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat
Polri Mutasi 1.121 Personel, Perkuat Organisasi hingga Daerah
Polri dan Petani Bersinergi, Bhabinkamtibmas Sumberejo Kawal Jagung Berbuah Menuju Panen Melimpah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:14 WIB

Ketua Komisi III DPR RI: Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Motivasi Polri Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:11 WIB

Transformasi Digital Polri Dirasakan Masyarakat, Survei Litbang Kompas Catat Peningkatan Kualitas Pelayanan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:08 WIB

Survei Litbang Kompas: Masyarakat Nilai Pelayanan Polri Semakin Profesional dan Berkualitas

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:54 WIB

Duka di Balik Joran Merah: Pesan Menyentuh Kapolsek Tarokan Minta Orang Tua Dekap Erat dan Jaga Anak Saat Libur Sekolah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:30 WIB

Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Berita Terbaru