SUARARAKYAT.info || KEDIRI — Suasana tenang di RT 31 RW 07, Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mendadak gempar pada Selasa (30/6) pagi. Pemilik rumah, Bapak Katimin, dikejutkan oleh suara dentuman keras mirip ledakan yang bersumber dari area belakang kediamannya sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah ditelusuri ke sumber suara, pemandangan memilukan menyambutnya: seekor anak sapi jenis Limosin miliknya telah terperosok ke dalam sumur tua sedalam kurang lebih 25 meter.
Menyadari kedalaman sumur yang sangat berisiko, Kepala Dusun setempat langsung bergegas menghubungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare untuk meminta bantuan evakuasi darurat. Laporan yang masuk melalui seorang warga bernama Wahyudi Sugianto segera direspons cepat. Tim Damkar Pos Pare langsung memacu armada rescue menuju lokasi kejadian demi menyelamatkan hewan ternak yang berbobot sekitar 160 kilogram tersebut.
Setibanya di lokasi pada pukul 09.35 WIB, personel dari Bidang Pencegahan Kebakaran langsung bergerak menyusun strategi. Medan yang sempit dan kedalaman sumur yang ekstrem menjadi tantangan berat bagi para petugas di lapangan. Petugas terpaksa turun ke dalam sumur yang minim oksigen dengan menggunakan peralatan khusus seperti tali karmantel, tali webing, dan body harness untuk mengikat tubuh sapi yang baru berumur 4,5 bulan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi dramatis penyelamatan ini berlangsung selama hampir satu jam penuh. Petugas berjibaku melawan waktu, berkejaran dengan menipisnya suplai udara di dasar sumur. Tepat pada pukul 10.30 WIB, tubuh anak sapi Limosin tersebut akhirnya berhasil diangkat kembali ke permukaan tanah.
Namun sayang, takdir berkata lain. Perjuangan keras tim pemadam kebakaran dan warga sekitar harus berakhir memilukan. Sapi tersebut dinyatakan mati sesaat setelah berhasil dievakuasi akibat tenggelam dan kehabisan napas di ruang yang sempit.
Di sudut halaman belakang rumah, Bapak Katimin tak mampu membendung air matanya saat melihat tubuh kaku anak sapi kesayangannya terbujur di tanah. Baginya, anak sapi Limosin berusia 4,5 bulan itu bukan sekadar hewan ternak biasa, melainkan tumpuan harapan ekonomi keluarganya untuk masa depan.
”Saya gemetar waktu dengar suara blandrang (dentuman keras) di belakang. Pas saya lihat ke sumur, hati saya langsung hancur mas. Sapi ini padahal sehat sekali, gemuk, dan rencananya mau saya rawat terus untuk tabungan kebutuhan keluarga nanti. Memang belum rezeki saya, tapi rasanya sangat perih melihatnya harus mati dengan cara seperti ini,” ungkap Katimin dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan rasa duka mendalam langsung kepada Bapak Katimin. Sosok yang juga dikenal luas oleh masyarakat Kediri sebagai mantan Camat Gurah ini mengapresiasi kerja keras tim di lapangan meski hasil akhir berkata lain.
”Kami sangat merasakan duka yang dialami Bapak Katimin. Medan di lapangan memang sangat ekstrem, kedalaman sumur mencapai 25 meter dengan ruang terbatas dan oksigen yang minim. Meski sapi tidak dapat diselamatkan, kami bersyukur seluruh personel dan warga yang membantu proses evakuasi berada dalam kondisi aman,” ujar Kaleb.
Berkaca dari kejadian pilu ini, pria yang pernah sukses memimpin Kecamatan Gurah tersebut memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para peternak di wilayah Kabupaten Kediri.
”Kami memohon dengan sangat kepada seluruh warga yang memiliki sumur tua atau sumur terbuka di sekitar rumah dan kandang, tolong segera diberi pengaman yang kokoh seperti penutup beton atau pagar pembatas. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kecelakaan fatal yang merugikan kita semua, baik kehilangan materiil seperti ini maupun ancaman keselamatan jiwa,” pesan Kaleb Untung Satrio Wicaksono menutup keterangannya.
Penulis : Ags
Editor : Red
Sumber Berita : suararakyat.info














