FSOK dan Karang Taruna Bojonggenteng Kecam Praktik ‘Ladang Bisnis’ di Dapur MBG, Tuntut Keadilan bagi Pedagang Lokal

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI-Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bojonggenteng yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan kini menuai protes keras. Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan (FSOK) bersama Karang Taruna mencium adanya praktik tidak sehat yang dilakukan oleh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Berkah.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Bojonggenteng, Rizal, mengeluarkan pernyataan keras terkait temuan di lapangan mengenai cara kerja pengelola Dapur MBG yang dinilai antipemberdayaan.

Pernyataan Rizal (Ketua Karang Taruna Kecamatan Bojonggenteng): “Kami di Karang Taruna sangat kecewa. Program nasional yang semangatnya adalah pemberdayaan masyarakat, di Bojonggenteng justru terlihat seperti ladang bisnis pribadi bagi oknum tertentu. Kami menemukan adanya praktik ‘bermain item’ dengan cara menekan harga ke pedagang pasar secara tidak wajar. Ini bukan memberdayakan, tapi menjatuhkan pedagang lokal demi keuntungan sepihak pengelola Dapur Berkah!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembina FSOK: Tolak Praktik Monopoli dan Penekanan Harga (Dodi Wahyudi)

Pembina FSOK Bojonggenteng, Bapak Dodi Wahyudi (Golung), menegaskan bahwa FSOK tidak akan tinggal diam melihat ekosistem usaha kecil di Bojonggenteng dirusak oleh pola kemitraan yang eksploitatif.

FSOK berdiri untuk mengawasi agar program pemerintah berjalan adil. Jika pengelola dapur menggunakan kekuatan anggarannya untuk menekan harga pasar di bawah standar kelayakan, itu adalah bentuk ketidakadilan ekonomi. Kita tidak butuh pengelola yang hanya mencari profit besar dengan mengorbankan kesejahteraan pedagang dan kualitas makanan bagi rakyat. Kami menuntut transparansi pola kemitraan dengan UMKM lokal!” ungkap Yulius.”

READ  Sanggau Diduga Darurat Korupsi, Masyarakat Desak KPK Lakukan Penyelidikan

Dapur Dibangun Tanpa Komunikasi Awal

Masalah pemberdayaan ini diperparah dengan fakta bahwa sejak awal operasionalnya, pihak pengelola Dapur MBG terkesan menutup diri dari otoritas wilayah setempat.

“Menurut Sekmat Bojonggenteng, pihak kecamatan tidak pernah dilibatkan dalam komunikasi teknis di awal. Tiba-tiba dapur sudah dibangun dan berjalan tanpa adanya koordinasi mengenai bagaimana skema pemberdayaan masyarakatnya. Karena tidak ada komunikasi sejak awal, kami kesulitan memastikan apakah program ini benar-benar menyerap potensi ekonomi lokal atau justru mematikannya.”

Tuntutan FSOK dan Karang Taruna

Sebagai wadah aspirasi kolektif masyarakat Bojonggenteng, FSOK dan Karang Taruna menuntut:

Mendesak dilakukannya audit terhadap pola pengadaan bahan baku Dapur Berkah agar tidak ada lagi praktik menekan harga pedagang pasar lokal.

Menuntut pengelola Dapur MBG untuk membuka ruang koordinasi dengan Karang Taruna dan organisasi lokal dalam hal penyerapan tenaga kerja dan bahan baku secara adil.

Evaluasi Pengelola: Meminta instansi berwenang mengevaluasi izin operasional Dapur Berkah jika terbukti mengabaikan prinsip pemberdayaan ekonomi lokal dan koordinasi kewilayahan.

“Jangan biarkan program mulia Presiden ini ternoda oleh syahwat bisnis oknum pengelola yang ingin kaya sendiri di atas penderitaan pedagang lokal Bojonggenteng!” tutup perwakilan forum.

Penulis : Yls

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati
Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim
Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung
Konvoi Merah Putih Jadi Simbol Persatuan, Masyarakat Diajak Jaga Stabilitas Kamtibmas
Realisasi PAD Retribusi Penginapan di Inhil Disorot, INPEST Minta Audit Mendalam dan Evaluasi Kepatuhan Wajib Pajak Hotel
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:29 WIB

Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:01 WIB

Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:22 WIB

Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku

Senin, 29 Juni 2026 - 04:47 WIB

Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:57 WIB

Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung

Berita Terbaru