Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar kegiatan Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di kawasan konservasi mangrove Desa Kelapa Pati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pegiat lingkungan dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove berbasis masyarakat. Desa Kelapa Pati selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang berhasil mengembangkan pengelolaan kawasan mangrove melalui sinergi masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sekretaris Eksekutif LSM Bahtera Melayu, Khairul Saleh, menyampaikan materi mengenai penguatan kapasitas kelembagaan kelompok konservasi. Menurutnya, Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah harus terus berkembang menjadi organisasi masyarakat yang mandiri, solid, dan mampu mengelola berbagai program konservasi, rehabilitasi, serta pembibitan mangrove secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan kelompok yang mengelolanya. Kelompok yang memiliki manajemen yang baik akan lebih siap membangun kemitraan, mengelola program, dan menjaga keberlanjutan pelestarian ekosistem pesisir,” ujar Khairul Saleh.

Ia juga berharap mahasiswa KKN yang berasal dari Desa Kelapa Pati, Sebauk, Pangkalan Batang, Pangkalan Batang Barat, dan Pedekik dapat menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan pemberdayaan masyarakat di desa masing-masing, memperkuat organisasi desa, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian lingkungan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Khaidir Air dari Koalisi Air Rakyat (KAR). Ia menjelaskan fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, habitat berbagai jenis biota, penyerap karbon biru (blue carbon), serta sumber ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan pemanfaatan hasil hutan mangrove secara berkelanjutan.

Khaidir juga memberikan edukasi mengenai berbagai jenis mangrove yang tumbuh di kawasan konservasi Desa Kelapa Pati. Ia menjelaskan bahwa setiap jenis mangrove memiliki karakteristik habitat yang berbeda sehingga penanaman harus disesuaikan dengan zonasi kawasan.

“Jenis mangrove yang ditanam di zona yang langsung berhadapan dengan laut tentu berbeda dengan jenis yang ditanam pada kawasan yang lebih ke daratan. Pemahaman zonasi ini sangat penting agar tingkat keberhasilan penanaman semakin tinggi,” jelasnya.

READ  Koarmada III Hadiri Pasar Murah Peringatan HUT ke-80 TNI di Kota Sorong

Sementara itu, Pembina Kelompok Kawasan Konservasi Mangrove, Rio Pernandes, memberikan pelatihan teknis mengenai pembibitan mangrove, mulai dari pemilihan propagul berkualitas, proses penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga persiapan penanaman.

Para mahasiswa juga mengikuti praktik lapangan secara langsung, mulai dari mengenal jenis-jenis mangrove lokal, memilih propagul yang baik, melakukan penyemaian, merawat bibit, hingga mempraktikkan teknik penanaman sesuai karakteristik wilayah pesisir. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman nyata mengenai proses rehabilitasi ekosistem mangrove secara menyeluruh.

Selain praktik pembibitan, mahasiswa berdiskusi bersama pengelola kawasan mengenai tantangan dan peluang konservasi mangrove berbasis masyarakat. Diskusi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, serta berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Koordinator kegiatan, Josua dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

“Kami berharap mahasiswa KKN UNRI mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ketua Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati, Rio Sempana, mengapresiasi antusiasme seluruh mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda merupakan investasi penting dalam menjaga keberlanjutan konservasi mangrove di masa depan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Universitas Riau, pemerintah desa, kelompok konservasi, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat edukasi lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pengembangan potensi ekowisata berbasis konservasi di Desa Kelapa Pati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh mahasiswa KKN Universitas Riau dari lima desa di Kecamatan Bengkalis, pengurus Kelompok Kawasan Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah, LSM Bahtera Melayu, serta Koalisi Air Rakyat (KAR). *(Tengku)

Penulis : Tengku

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Bahtera Melayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim
Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung
Konvoi Merah Putih Jadi Simbol Persatuan, Masyarakat Diajak Jaga Stabilitas Kamtibmas
Realisasi PAD Retribusi Penginapan di Inhil Disorot, INPEST Minta Audit Mendalam dan Evaluasi Kepatuhan Wajib Pajak Hotel
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
H-1 Pembukaan MTQ Riau Ke-44, Bupati Inhil Tinjau Stand Bazar dan Minta Persiapan Dimaksimalkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:29 WIB

Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:01 WIB

Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:22 WIB

Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku

Senin, 29 Juni 2026 - 04:47 WIB

Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:57 WIB

Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung

Berita Terbaru