DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Danny Ramdhany, menyoroti implementasi program Sekolah Maung yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengurangi akses pendidikan bagi siswa yang berdomisili di sekitar sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Maung.

Di Kota Sukabumi, salah satu sekolah yang masuk dalam program tersebut adalah SMA Negeri 2 Kota Sukabumi.

Penunjukan sekolah itu memunculkan pertanyaan mengenai peluang siswa lokal yang selama ini menjadikan sekolah tersebut sebagai tujuan utama untuk melanjutkan pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan itu disampaikan Danny melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu menjelaskan secara rinci mekanisme penerimaan peserta didik di Sekolah Maung, terutama terkait peluang siswa dari lingkungan sekitar sekolah.

“Yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib siswa-siswa yang ingin masuk ke SMAN 2 Kota Sukabumi tetapi berdomisili di sekitar sekolah tersebut?” ujar Danny.

Ia menilai, kebijakan yang membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik dari berbagai daerah harus diimbangi dengan perlindungan terhadap hak siswa lokal. Tanpa kejelasan skema penerimaan, masyarakat dikhawatirkan akan menghadapi ketidakpastian dalam mengakses sekolah yang selama ini berada dalam jangkauan wilayah tempat tinggal mereka.

READ  Sinergi Jelang Lebaran, Pangdam Kasuari Dampingi Gubernur Turun Langsung Pantau Arus Mudik dan Stabilitas Sembako di Papua Barat

Danny mempertanyakan apakah Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan mekanisme khusus berupa prioritas atau bentuk kompensasi bagi calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung.

“Apakah ada kompensasi atau prioritas bagi siswa yang wilayahnya dekat dan ingin masuk sekolah tersebut? Jangan sampai mereka yang selama ini berharap bersekolah di sana justru menjadi korban dari perubahan kebijakan,” katanya.

Menurut Danny, peningkatan kualitas pendidikan merupakan tujuan yang patut didukung. Namun, setiap kebijakan baru harus disertai kajian yang komprehensif agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan tidak hanya diukur dari konsep yang ditawarkan, tetapi juga dari kemampuannya menjawab kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat yang terdampak langsung.

Karena itu, DPRD Kota Sukabumi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penjelasan terbuka mengenai pola penerimaan siswa di Sekolah Maung sekaligus memastikan akses pendidikan bagi warga sekitar tetap terjamin.

“Program yang baik tentu harus menghadirkan manfaat bagi semua pihak. Jangan sampai tujuan meningkatkan kualitas pendidikan justru memunculkan persoalan baru dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Prim RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34 WIB

RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen

Senin, 1 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Berita Terbaru

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6).

Badan Gizi Nasional

Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:55 WIB