Wow! Pernyataan Dinkes Inhil Tuai Kontroversi, Guru Protes: Jangan Kambing Hitamkan Sekolah

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Indragiri Hilir – Pernyataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terkait kasus keracunan massal yang menimpa para siswa belakangan ini justru memantik kemarahan sejumlah guru. Alih-alih memberikan klarifikasi yang menyejukkan, pernyataan resmi yang beredar di masyarakat dinilai cenderung menyalahkan pihak sekolah dan anak-anak, sementara dapur penyedia makanan sama sekali tidak disebut sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.Kamis (28/8/2025)

Salah satu guru yang bereaksi keras adalah akun media sosial bernama @afniwahyuni24. Dalam unggahannya, ia menulis dengan nada geram bahwa Dinkes seakan mengalihkan kesalahan ke sekolah dan murid.

“Nyalahin anak-anak kurang higienis, jelas-jelas makanan basi. Nyalahin sekolah kurang pengawasan. Ngak nyicipi makanan. Tidak satu pun pernyataan yang mengatakan seharusnya yang bertanggung jawab itu adalah pihak dapur. Kecewa kita kan,” tulisnya di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru tersebut menegaskan bahwa anak-anak dan pihak sekolah adalah korban, bukan pihak yang harus dipersalahkan. Ia menilai sangat keliru jika Dinkes mengeluarkan pernyataan yang justru mengkambinghitamkan sekolah dengan alasan kurangnya pengawasan.

READ  Tim Penggerak PKK PBD Kunjungi Kampung Terpencil di Sorong Selatan

“Tolong Dinkes perbaiki pernyataan Anda. Jangan menyalahkan sekolah. Evaluasi dapur yang tidak menyelenggarakan makanan sehat. Anak-anak kami berharap mendapat makanan bergizi, bukan makanan beracun,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinkes Inhil untuk merevisi atau mengklarifikasi kembali ucapan yang menuai kontroversi tersebut. Banyak kalangan menilai, alih-alih memberi rasa tenang, pernyataan itu justru menambah kekecewaan di tengah masyarakat dan mencederai perasaan para guru serta sekolah-sekolah di Inhil.

Para orang tua pun mendesak agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan. Harapannya, kejadian keracunan yang sudah merugikan kesehatan anak-anak ini tidak lagi terulang, serta tidak ada lagi pihak yang merasa disalahkan tanpa dasar.

(Syahwani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati
Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim
Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku
Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah
Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung
Konvoi Merah Putih Jadi Simbol Persatuan, Masyarakat Diajak Jaga Stabilitas Kamtibmas
Realisasi PAD Retribusi Penginapan di Inhil Disorot, INPEST Minta Audit Mendalam dan Evaluasi Kepatuhan Wajib Pajak Hotel
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:29 WIB

Mahasiswa KKN UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan di Desa Kelapa Pati

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:01 WIB

Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:22 WIB

Kafilah Kabupaten SBB Raih Peringkat Tujuh di MTQ XXXI Provinsi Maluku

Senin, 29 Juni 2026 - 04:47 WIB

Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Riau Ke-44, Kafilah Inhil Tampilkan Kekayaan Budaya Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:57 WIB

Api Cepat Dipadamkan, Kapolsek Kateman Puji PT Pulau Sambu di Guntung

Berita Terbaru