SUARARAKYAT.info|| Kubu Raya — Upaya pemberantasan narkotika di wilayah perbatasan kembali mencatat sejarah penting. Kodam XII/Tanjungpura berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkoba lintas negara yang selama ini memanfaatkan jalur perbatasan Kalimantan Barat Malaysia sebagai rute transaksi barang haram. Dalam operasi yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI Malaysia Yon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad, aparat berhasil menyita 21,9 kilogram sabu berikut tiga orang tersangka, menandai salah satu pengungkapan terbesar sepanjang tahun 2025.
Pada hari Kamis (27/11/2025), Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., secara resmi menyerahkan barang bukti tersebut bersama tiga tersangka kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Totok Lisdiarto. Serah terima berlangsung di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, dan menjadi langkah awal proses hukum lanjutan terhadap kasus kejahatan transnasional ini.
Acara serah terima tersebut digelar dengan pengamanan ketat. Para tersangka yang berstatus WNI dan berinisial M, HP, dan AP dibawa dengan tangan terborgol serta dikawal personel Polisi Militer. Mereka tampak mengenakan penutup wajah demi kepentingan penyidikan. Aparat TNI dan BNN berdiri berjajar di belakang meja hijau yang dipenuhi puluhan paket sabu berbungkus rapi, simbol betapa seriusnya ancaman peredaran narkotika di wilayah perbatasan.

Menurut penjelasan Pangdam, pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras intelijen dan patroli rutin Satgas Pamtas di sektor yang dikenal rawan penyelundupan. Jaringan pelaku disebut memanfaatkan jalur tikus dan medan sulit untuk menghindari pantauan aparat. Namun upaya tersebut berhasil dipatahkan berkat kesiapsiagaan pasukan di lapangan.
Brigjen Pol Totok Lisdiarto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran TNI atas keberhasilan mengamankan barang bukti bernilai miliaran rupiah itu. Ia menegaskan bahwa sejumlah 21,9 kilogram sabu tersebut dapat merusak masa depan ribuan generasi muda apabila berhasil beredar di masyarakat. Penyerahan para tersangka dan barang bukti ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih mendalam untuk membongkar aktor-aktor besar di balik jaringan ini.
Tak hanya menjadi bukti komitmen TNI dalam menangkal ancaman kejahatan lintas negara, keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas pengawasan. TNI bersama BNN berkomitmen memperkuat sinergi, menutup ruang gerak jaringan internasional, serta memastikan bahwa jalur perbatasan tidak lagi menjadi tempat aman bagi para penyelundup narkoba.
Operasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika masih sangat nyata, dan perlu kerja bersama seluruh aparat serta masyarakat untuk menjaga keamanan dan masa depan bangsa.
(Frk)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














