Zero PETI:Jadi Komitmen Bersama: Harapan Baru Multistakeholders untuk Menyelamatkan DAS Kuantan

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuantan Singingi, Riau – Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menindak praktik tambang emas ilegal atau PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) mulai menunjukkan titik terang. Dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Kuansing tertanggal 27 Juli 2025 yang memuat kebijakan “Zero PETI”, disertai instruksi Kapolda Riau dan Kapolres Kuansing, harapan baru pun muncul dari berbagai elemen masyarakat, khususnya mereka yang selama ini prihatin terhadap kerusakan lingkungan hidup di daerah aliran sungai (DAS) Kuantan.

Kabar ini disambut gembira oleh kalangan pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat (tokmas), akademisi, dan para pegiat media sosial di Kuansing. Salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan penyelamatan DAS Kuantan, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, M.Si dosen dan konsultan ahli dalam bidang pengelolaan sumber daya alam terpadu (Integrated Natural Resource Management) menyatakan bahwa saat ini adalah momentum penting untuk membuktikan bahwa kebijakan “Zero PETI” bukan sekadar jargon belaka, melainkan wujud dari komitmen serius pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keberlangsungan hidup rakyat Kuansing.(30/7/2025)

Dalam catatan yang ia tulis dari kediamannya di Bogor, Jawa Barat, Dr. Apendi menyoroti bahwa pada Rabu pagi, 28 Juli 2025, Sungai Batang Kuantan untuk pertama kalinya terlihat bersih dan kosong dari aktivitas PETI maupun peralatan dompeng yang selama ini mencemari aliran sungai. Hal ini menjadi tanda awal bahwa instruksi dan kebijakan telah mulai diimplementasikan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya adalah pada konsistensi penegakan hukum. Ia berharap aparat kepolisian, terutama Kapolres Kuansing dan jajaran di bawahnya, benar-benar serius menindak para pelaku PETI, termasuk jaringan cukong dan penampung emas hasil tambang ilegal. Ia menyampaikan keprihatinan bahwa selama ini praktik PETI terus berlangsung akibat adanya lobi dan akses kuat dari mafia tambang kepada oknum aparat.

“Jika PETI terus dibiarkan, maka kita tinggal menunggu kehancuran ekosistem DAS Kuantan dan Singingi – dua sungai yang namanya telah diabadikan menjadi nama kabupaten kita. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal marwah, harkat, dan martabat masyarakat Kuansing,” tegas Dr. Apendi.

Menurutnya, sungai Kuantan bukan hanya sumber air, tetapi juga pusat kehidupan dan kebudayaan masyarakat tempatan. Ia menyoroti bahwa DAS Kuantan telah menjadi arena sakral bagi pelaksanaan budaya Pacu Jalur, warisan budaya turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu Kuansing. Oleh karena itu, sangat disayangkan bila sungai itu kini dirusak oleh segelintir oknum demi keuntungan jangka pendek.

READ  Dugaan Penyimpangan di PT Agrinas: Buah Sawit dan Limbah Dijual Bebas Oleh Oknum, Warga Kuansing Geram

“Apakah kita rela sungai tempat kita hidup dan tumbuh justru ‘dikencingi’ oleh segelintir cukong dan pemodal PETI? Di mana marwah anak negeri?” tanya Apendi dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, ia menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Kuansing dan Forkopimda tidak hanya fokus pada pelarangan, tetapi juga segera menciptakan alternatif ekonomi bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada PETI. Ia mengusulkan sejumlah kegiatan yang dapat menjadi mata pencaharian baru yang lebih berkelanjutan, seperti budidaya perikanan air tawar, keramba apung, pertanian hortikultura, agroindustri, agrowisata, ecowisata, hingga pengembangan UMKM berbasis digital.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan aparat penegak hukum, serta keterlibatan aktif dari masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ASN di lingkungan Pemkab Kuansing harus bekerja dengan penuh integritas, menjauh dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat merusak kepercayaan publik.

“Sudah saatnya para ASN bekerja secara kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya. Jangan hanya menjadi bagian dari masalah, tetapi jadilah solusi,” tegasnya.

Dr. Apendi juga mengapresiasi tindakan nyata Kapolres Kuansing yang dikabarkan telah mengamankan dua orang pemodal dan penampung emas hasil PETI. Ia berharap langkah ini bukan sekadar pencitraan, melainkan awal dari proses hukum yang transparan, profesional, dan tuntas hingga ke akar-akarnya.

Sebagai pegiat sosial dan akademisi asal Cerenti, Kuansing, yang sejak tahun 1980 bermukim di Bogor, Jawa Barat, Dr. Apendi merasa terpanggil untuk terus bersuara demi menjaga kampung halamannya dari bencana ekologis yang disebabkan oleh PETI. Ia menegaskan bahwa menyuarakan kebenaran, meski berisiko, tetap harus dilakukan demi keadilan sosial dan masa depan anak cucu di tanah kelahiran.

“Save Rakyat dan Nagori Kuansing dari mara bahaya bencana alam! DAS Kuantan adalah kemuliaan kita. Kita jaga bersama,” tutupnya dengan penuh semangat.

Kuansing Negeri Jalur Basatu Nagori Kuansing Maju!

Salam Kayuah, Tigo Tali Sapilin

 

Ditulis oleh:Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, M.Si

(Dosen, Konsultan Ahli Integrated Natural Resource Management, Kritikus Sosial Media, Alumni Excellence University & IPB University, dan Putra Asli Cerenti – Kuansing)

Gallery and Ecofunworkshop, Wangun Atas, Sindangsari, Kota Bogor Timur – Rabu, 28 Juli 2025

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Honorer Nasional Siapkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Nilai Implementasi UU ASN 2023 Abaikan Kepastian Nasib Tenaga Honorer
OTT KPK Kembali Sasar Kepala Daerah, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diamankan
UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional
Safari Jurnalistik PWI Menuai Kecaman Dari berbagai Jurnalis yang Ada di kabupaten Bogor Dinilai Ciderai Kemerdekaan Pers.
Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual
65 Tahun Menanti Kepastian SHM, Warga Cirendeu Desak Pemkot Tangsel dan ATR/BPN Hadir Berikan Solusi Agraria
Firman Wijaya Tegaskan Pentingnya Keadilan Kontraktual bagi Keberlanjutan Proyek Konstruksi Nasional
Tim Mangewang Polresta Sorong Kota Ringkus Pelaku Curas, Kapolresta Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Jalanan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

Aliansi Honorer Nasional Siapkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Nilai Implementasi UU ASN 2023 Abaikan Kepastian Nasib Tenaga Honorer

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:32 WIB

OTT KPK Kembali Sasar Kepala Daerah, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diamankan

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:01 WIB

UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:17 WIB

Safari Jurnalistik PWI Menuai Kecaman Dari berbagai Jurnalis yang Ada di kabupaten Bogor Dinilai Ciderai Kemerdekaan Pers.

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:33 WIB

Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual

Berita Terbaru