Dr. Elviriadi Soroti Keberadaan RAPP di Pulau Padang yang Harus Akomodir Masyarakat

- Penulis

Minggu, 13 Juli 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suararakyat.Info : Kepulauan Meranti — Keberadaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang kembali menjadi sorotan. Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si., seorang akademisi dan pemerhati lingkungan hidup, mengungkapkan bahwa aktivitas perusahaan tersebut harus di selaraskan dengan Undang-Undang No 1 tahun 2014 Tentang pengembangan wilayah pesisir dan pulau kecil, mengingat Pulau Padang merupakan pulau kecil dan terluar yang seharusnya mendapatkan perlindungan khusus.

Dalam keterangannya, Dr. Elviriadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada identifikasi menyeluruh yang terbuka kepada publik atas luasan areal konsesi RAPP maupun korporasi lainnya di Kabupaten Meranti yang paralel dengan kondisi eksisting di lapangan. “Publik, khususnya masyarakat Meranti, berhak mengetahui luas konsesi itu, terutama yang lahannya bersengketa. Karena di lapangan kadang sudah ada kebun sagu, kebun getah, dapur warga, dan aktivitas lainnya yang bisa tumpang tindih,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa konflik horizontal kerap terjadi di tengah masyarakat akibat ketidaksesuaian data di atas kertas dengan kenyataan di lapangan. Salah satu contoh ekstrem, kata Elviriadi, adalah aksi nekat warga yang menjahit mulut sebagai bentuk protes terhadap situasi yang tak kunjung ditindaklanjuti pemerintah, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Elviriadi, salah satu kelemahan utama adalah lemahnya pengawasan, verifikasi independen dan tim observasi kementerian Kehutanan pada awal usulan kawasan dibuka. Lazimnya, yang kami ketahui, mengandalkan citra satelit dan dokumen yang diajukan oleh perusahaan. “Tak ada verifikasi langsung ke lapangan, ketika awal kawasan hutan di buka. Kementrian sebaiknya hati hati, percaya begitu saja,7

READ  Sambut MTQ Riau 2025, Dishub Bengkalis Usulkan Penambahan Armada Roro

Tak hanya soal konsesi, Elvariadi juga menyoroti sistem tata kelola air (water management) RAPP di lahan gambut Pulau Padang. Menurutnya, sistem buka-tutup kanal yang dilakukan perusahaan harus memperhatikan kaidah konservasi gambut, sehingga tidak berdampak pada warga sekitarnya. Salah kelola Kanal, kadang menyebabkan kebun warga terendam banjir dan tanaman mati.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan ekologis akibat praktik buruk di lahan gambut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat lokal. “Jika ini terus dibiarkan, bukan hanya lahan yang rusak, tapi kehidupan sosial ekonomi masyarakat pun akan ikut hancur,” tambahnya.

Dr. Elvuriadi mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk turun langsung melakukan verifikasi lapangan dan mempertemukan pihak RAPP dengan masyarakat di Pulau Padang. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pemantauan dan pengambilan kebijakan agar konflik dan kerusakan tidak semakin meluas.

 

(Tls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026
Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen
Koarmada III Gelar Upacara 17-an, Panglima TNI Tekankan Kesiapsiagaan Tinggi
Koarmada III Gelar Upacara 17-an, Panglima TNI Tekankan Kesiapsiagaan Tinggi
Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 
Kiandarat Darat Optimistis Pertahankan Gelar di Musabaqah Tilawatil Qur’an
Pelaksanaan MTQ Ke-XII SBT Dinilai Minim Persiapan hingga Kehilangan Nilai Syiar dan Dampak Ekonomi
Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 04:34 WIB

Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen

Selasa, 21 April 2026 - 04:13 WIB

Koarmada III Gelar Upacara 17-an, Panglima TNI Tekankan Kesiapsiagaan Tinggi

Selasa, 21 April 2026 - 04:09 WIB

Koarmada III Gelar Upacara 17-an, Panglima TNI Tekankan Kesiapsiagaan Tinggi

Minggu, 19 April 2026 - 14:59 WIB

Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 

Minggu, 19 April 2026 - 07:49 WIB

Kiandarat Darat Optimistis Pertahankan Gelar di Musabaqah Tilawatil Qur’an

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB