Program Asta Cita Bukan Hal Yang Sederhana Untuk Di Implementasikan

- Penulis

Minggu, 12 Januari 2025 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) membuat arah kebijakan 2025 dalam rangka mendukung Asta Cita, 8 program hasil terbaik cepat, 17 program prioritas untuk menghadapi tantangan strategis bangsa Indonesia kedepan.Pendidikan tinggi harus berdampak pada pembangunan nasional.

Menurut Prof Sumaryoto intinya kebijakan ini, dengan menteri yang baru/Mendiktisaintek lebih ingin memposisikan betul-betul selaras/hubungan kemitraan yang positif antara pemerintah dengan dunia pendidikan tujuan pemerintah dalam rangka mencapai Indonesia emas.Namun demikian kebijakan itu tidak bisa instan dan tidak sesederhana dalam pikiran orang, karena tentu ini terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/ IT yang begitu cepat namun di satu sisi Indonesia sebenarnya masyarakatnya belum siap, diibaratkan kereta api lokomotifnya baru tapi gerbongnya lama ini yang jadi masalah.

“Sebagus apapun lokomotif tidak diimbangi dengan kesiapan gerbong bisa-bisa ditengah jalan banyak yang lepas itulah Indonesia.Makanya menteri yang sekarang ingin menyelaraskan antara kecepatan lokomotif dengan gerbong supaya jalan lebih cepat tapi dengan memperhatikan kondisi aktual yang ada di Indonesia terutama terkait lembaga-lembaga pendidikan tinggi baik yang formal/non formal dan kesiapan masyarakat yang kini dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang tidak baik , tingginya angka pengangguran, banyaknya PHK dan alih fungsi dari yang manual ke mekanik/digital ini yang menjadi masalah,” ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra Kepada SUARARAKYAT.INFO, di Jakarta, Minggu (12/01/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Prof Sumaryoto secara akumulatif kondisi Indonesia sekarang sedang menghadapi serba kondisi yang tidak menentu. Dengan demikian dalam rangka mencapai Indonesia emas menjadi lebih kompleks, dengan mengkondisikan dulu, mempersiapkan SDM yang bagaimana yang tentunya sesuai dengan kebutuhan . Sebagai contoh, kebijakan meningkatkan kesejahteraan dosen , tapi terkendala anggaran.

READ  Protes Penggeledahan Rumah OrangtuaOleh Polda Riau, Saudara Eks Ketum LSM PETIR Datangi Istana Presiden Minta Keadilan

“Memang harus dilakukan langkah untuk mensejahterakan dosen supaya meningkat kualitasnya dalam pembelajaran, namun sampai sekarang hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar ( basic need) para dosen baik negeri/swasta belum terpenuhi,”paparnya.

Diketahui ekonomi Indonesia saat ini sedang sakit meskipun tidak berani bilang sakit padahal sudah tidak sehat.Dengan Asta Cita ini bukan hal yang sederhana, membuatnya lebih mudah tapi melaksanakannya tidak sederhana.

“Bicara program prioritas memerlukan pertimbangan yang matang,”imbuhnya.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyebut bicara keselarasan dengan meninjau beberapa peraturan menteri artinya peraturan menteri ini belum pas dengan kondisi sekarang.

“Seperti lokomotifnya sudah siap gerbongnya belum ada bagaimana bisa berjalan kalau dipaksakan bisa gagal.Makanya Menteri sekarang ini untuk meninjau kembali, evaluasi dan minta masukan yang tepat karena yang merasakan dan menggunakan masyarakat/user.Bagaimana yang menggunakan tidak tahu dan tidak sanggup bagaimana mau dipaksakan,”tegasnya.

Sambil menunggu kondisi untuk peninjauan kembali tambah Prof Sumaryoto harus di mapping masalah apa yang terjadi sebenarnya di masyarakat, apa maunya masyarakat dan apa kondisi objektif dimasyarakat yang terjadi di dunia pendidikan.

“Progam Asta Cita yang menyangkut pendidikan dan perguruan tinggi kami akan mengikuti apa-apa diarahkan /instruksikan pemerintah kita ikuti, kalau bisa kita lakukan kalau tidak bisa mencari solusi artinya wait and see saja,”tandasnya.

(S handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Penampungan Bak Air Bersih Capai Tahap Pengecoran Beton, Progres Signifikan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Senin, 11 Mei 2026 - 03:06 WIB

321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati saat menyampaikan paparan pada Rapat Koordinasi Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di SPPG Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan

Badan Gizi Nasional

BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57 WIB